PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Saat musim kemarau melanda, biasanya menghadirkan tantangan serius bagi petani seperti krisis air dan cuaca ekstrem. Namun, cerita berbeda terungkap di Desa Barandasi, Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Jum'at, 27 Oktober 2023).
Para petani garam di kawasan ini justru meraih hasil melimpah, mencerminkan dampak positif dari cuaca panas yang berkepanjangan.
Salah satu petani garam terkemuka di daerah tersebut, Majid, dengan penuh rasa syukur menyatakan bahwa pada tahun ini, setiap panennya menghasilkan hingga 300 karung garam.
Baca Juga : Hadiri Hut Jeneponto, Bupati Bantaeng Uji Nurdin Nilai Bumi Tuareta Berkesan
"Alhamdulillah, pada tahun ini, setiap panen saya berhasil menghasilkan 300 karung garam, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang seringkali menyaksikan gagal panen," kata Majid (26/10).
Meskipun musim kemarau membawa kelimpahan garam bagi petani, penurunan harga garam menjadi keprihatinan tersendiri.
Harga garam kini berkisar antara 50.000 hingga 60.000 rupiah per karung, Majid menyampaikan keprihatinannya terkait hal ini.
Baca Juga : Danny Pomanto dan Pj Bupati Jeneponto Taken MoU Pengendalian Inflasi Daerah
"Tentu, harga garam yang semakin merosot menjadi masalah. Meskipun begitu, kami para petani tetap merasa bersyukur karena hasil panen yang melimpah mengimbangi dampak ekonomi negatif ini," ungkapnya.
Saat masyarakat di daerah lain mungkin merasakan beban berat musim kemarau, petani garam di Jeneponto menikmati hasil panen yang melimpah.
Keberhasilan ini memberikan stabilitas ekonomi bagi komunitas petani garam setempat, meskipun mereka harus menghadapi tantangan harga garam yang menurun.
Baca Juga : Mukhtar Tompo Serahkan Proposal Pembangunan Pasar Karisa Jeneponto ke Mendag Zulhas
Citizen Reporter : Siti Nafisa Ananda
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News