0%
Rabu, 01 November 2023 20:31

Pj Gubernur Bahtiar Paparkan Strategi Atasi Kemiskinan di Rakorda Baznas Sulsel

Editor : Dewa
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) se-Sulsel, di Hotel Remcy Makassar, Rabu, 1 November 2023.
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) se-Sulsel, di Hotel Remcy Makassar, Rabu, 1 November 2023.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, KH Noor Achmad, mengapresiasi program Pemprov Sulsel untuk mengatasi stunting lewat sektor pertanian, sektor perikanan dan peternakan.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Penjabat Gubernur Provinsi Sulsel, Bahtiar Baharuddin, memaparkan strategi solusi mengatasi kemiskinan di Sulsel, pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) se-Sulsel, di Hotel Remcy Makassar, Rabu, 1 November 2023.

Pj Gubernur Bahtiar menilai, kemiskinan sangat sulit untuk dituntaskan kalau hanya dengan skema bantuan sosial atau sejenisnya. Kemiskinan dan stunting harus diselesaikan dengan menambah pendapatan masyarakat di seluruh daerah di Sulsel.

"Tapi saya upayakan ini adalah masyarakat yang paling rentan secara ekonomi itu, saya injeksi dulu lewat program budidaya pisang," tuturnya.

Baca Juga : Angka Stunting Makassar 2025 Berhasil Ditekan ke 22,9 Persen, Turun dari 25,6 Persen

Konsep pertanian dinilai susah juga, apabila hanya sekedar tanam untuk konsumsi. Namun, harus memiliki konsep yang besar mencapai 500.000 hektare lahan tidak produktif, khusus untuk budidaya pisang.

Jika itu berhasil, kata Bahtiar, Pemprov Sulsel akan menjadi daerah penghasil pisang terbesar pertama di dunia, mengalahkan Thailand sebagai produsen pisang terbesar dunia saat ini.

"Makanya saya kalau ada konsep pertanian itu harus dalam skala besar. Kalau kecil-kecil saja tidak akan mengubah apa-apa. Tapi kalau kita secara besar atau massal, itu hasilnya besar," ujarnya.

Baca Juga : Rakor TPPS Makassar, Aliyah Serukan Kerja Nyata Atasi Stunting

Budidaya pisang tersebut selain menjanjikan secara ekonomi, lanjut Bahtiar, juga mudah dibudidayakan masyarakat, karena merupakan tanaman budaya masyarakat Sulsel. Per satu hektare lahan, bisa menghasilkan sampai Rp100 juta lebih pertahunnya.

Ini merupakan cara untuk menekan angka kemiskinan dan stunting di Sulsel. Menurut dia, stunting itu terjadi bukan karena mereka tidak mau makan ikan, telur, daging dan sayur-sayuran, tapi karena masyarakat tidak mampu membelinya.

Untuk itu, tanaman pisang cavendish untuk sektor pertanian menggunakan teknik kultur jaringan. Kemudian sektor peternakan, pengembangan peternakan lewat Insiminasi Buatan (IB).

Baca Juga : Munafri Ajak Pejabat Baru Turunkan Angka Stunting, TBC dan Pengangguran

"Sebenarnya kita semua banyak yang ahli di bidang pertanian, tapi hanya mengerti soal bagian kecil dari komoditi dan tidak bisa mengubah itu menjadi uang. Dari sektor peternakan, sapi, kuda dan kerbau kita kembangbiakkan lewat Inseminasi Buatan (IB)," jelasnya.

"Dari sektor pertanian, kita menggunakan kultur jaringan lewat bonggol pisang ini. Satu bonggol bisa menjadi 15 -20 anakan pisang. Itu lebih cepat daripada kita tanam hanya satu pohon saja. Sektor perikanan, kita ada sistem keramba, rumah ikan atau rumpon dan pembuatan terumbu karang buatan," lanjutnya.

Untuk mendukung program-program tersebut, Pj Gubernur Sulsel bersama Kepala OJK Sulampua dan perbankan, memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) di lima perbankan. Yakni BNI, BRI, BSI, Mandiri, dan Bank Sulselbar.

Baca Juga : Empat Kabupaten Susun Strategi Komunikasi untuk Percepat Penurunan Stunting di Sulsel

"Ini program kita bantu dari segi modal, pasar dan kepastian harganya. Sekarang OJK sudah bantu kami memberikan bantuan lewat KUR di lima bank," pungkasnya.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, KH Noor Achmad, menyampaikan terimakasih atas kesediaan waktu Pj Gubernur Sulsel hadir dalam acara Rakorda Baznas Sulsel bersama seluruh Baznas Kabupaten Kota se-Sulsel.

Dirinya mengapresiasi program Pemprov Sulsel untuk mengatasi stunting lewat sektor pertanian, sektor perikanan dan peternakan.

Baca Juga : Launching Rumah Gizi, Pemkab Pinrang Komitmen Turunkan Angka Stunting Secara Berkelanjutan

"Provinsi Sulawesi Selatan luar biasa berkembangnya bersama Kabupaten Kota se-Sulsel untuk menghapus stunting. Sesuai instruksi Presiden, untuk turun sampai zero stunting tahun depan," katanya.

Untuk itu, ia menyampaikan agar Pemprov Sulsel tidak ragu dengan Baznas Sulsel untuk membantu juga penurunan stunting di Provinsi Sulsel. "Jangan ragu sedikitpun untuk bersama kami dalam pengentasan kemiskinan ekstrim di Sulsel," tegasnya.

Ketua Baznas Sulsel, Muhammad Khidri Alwi, mengaku, menyampaikan terimakasih kepada Pj Gubernur Sulsel. Ia berharap,  dalam pertemuan ini bisa menghasilkan rekomendasi dalam menyukseskan program Baznas bersama Pemprov Sulsel. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar