PORTAL MEDIA. ID, GOWA- Siswi SMA berusia 17 tahun yang menjadi korban pemerkosaan Banpol Polres Gowa, AB (37 tahun) di toilet area Posko Jatanras, alami trauma berat.
Menurut kuasa hukum dari korban, Chrisye Junaid bahwa, kondisi mental kliennya terganggu. Dia kerap melamun dan bahkan ketakutan dengan polisi. Ia trauma dengan peristiwa pemerkosaan tersebut.
"Mentalnya terganggu. Sangat terganggu. Trauma. Ketakutan sekali ke kantor polisi," kata Chrisye kepada Kumparan, Jumat (3/11).
Baca Juga : Terduga Pelaku Pemerkosaan Anak Disabilitas di Gowa Tewas Dihakimi Massa
Chrisye bercerita, peristiwa pemerkosaan tersebut terjadi pada Minggu (29/10) pagi. Tapi, korban baru melaporkan hal tersebut pada Selasa (31/10) malam. Hal itu karena korban trauma, ketakutan ke kantor polisi.
"Mamanya bilang tidak langsung melapor karena anaknya tidak sanggup ke kantor polisi. Dia takut, trauma ke kantor polisi. Jadi, saya langsung antar melapor," sebut dia.
Ia berharap, agar pemerintah dan petugas kepolisian memberikan pemulihan mental atau trauma healing kepada korban. Sebab, korban juga masih anak dibawah umur.
Baca Juga : GP Ansor Gowa Siap Bersinergi Jaga Persatuan dan Kondusifitas Daerah
Korban Baru Jalani Operasi
Belakangan terungkap, bahwa korban juga ternyata mengalami tumor payudara. Hal ini, yang memperburuk keadaan siswi SMA tersebut.
"Korban baru 1 bulan lalu habis operasi. Ia ngidap tumor payudara. Rencananya, bulan ini mau lagi operasi," bebernya.
Baca Juga : 41 Personel Polres Gowa Raih Prestasi, Satu Dipecat Diduga Terlibat Narkoba
Bahkan, setelah pemerkosaan itu, korban sempat mengerang kesakitan karena, sang pelaku sempat meremas payudaranya.
"Bekas operasinya masih ada. Jadi korban sempat kesakitan," katanya.
Karena kesakitan, korban hendak membeli obat. Tetapi, ternyata uangnya diambil juga oleh pelaku. Hal itu juga sempat diadukan ke salah satu anggota Jatanras tersebut.
Baca Juga : Polres Gowa Ringkus 12 Geng Motor, Kerap Sebar Teror Busur
"Korban punya uang di dompet Rp120 ribu. Tapi diambil oleh Banpol Rp100 ribu. Uang itu untuk membeli obat," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News