PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kasus monkeypox (cacar monyet) bertambah dua di Indonesia. Budi menyampaikan itu saat menghadiri acara Ayo Sehat Festival, di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu, 11 November 2023.
"Monkeypox nambah kemarin dua (kasus). Tapi saya bilang masyarakat supaya lebih tenang, bedanya sama Covid-19, penularannya lewat seksual, jadi enggak sepesat Covid-19," katanya.
Budi tidak merinci kasus baru cacar monyet itu tersebar di wilayah mana. Yang pasti, katanya, monkeypox hanya menjangkiti kelompok-kelompok tertentu, sehingga masyarakat umum tidak perlu takut tertular.
Baca Juga : Menkes Wajibkan Tes Psikologi Berkala untuk Peserta PPDS Imbas Kasus Kekerasan Seksual
Ia menegaskan, strategi pencegahan dan penelusuran kasus cacar monyet sama seperti penanganan Covid-19. Kemenkes melakukan promosi kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kesehatan diri, dan protokol kesehatan.
Kemenkes juga melakukan kampanye upaya vaksinasi cacar monyet kepada masyarakat berisiko dan menjadi suspek kasus. Kemenkes pun sudah menyalurkan bantuan vaksin melalui organisasi-organisasi sosial.
"Vaksinasinya itu, sudah kita berikan lewat organisasi-organisasi sosial. Mereka terlibat dengan kelompok-kelompok tertentu ini," ujarnya.
Baca Juga : Menkes Sebut Satu Tarif BPJS Kesehatan Bakal Diberlakukan Bertahap
Menkes menyebut, Kemenkes juga sudah menambah ribuan stok vaksin cacar monyet ke kelompok tertentu. "Vaksinnya udah kita beli lagi, ribuan seingat saya ada 5 ribuan karena ini bukan buat semua kelompok orang," ucapnya.
Obat untuk mengurangi dampak penyakit cacar monyet pun sudah tersedia di rumah sakit. "Jadi kalau sakit bisa diberikan obatnya, alhamdulillah sekarang enggak ada yang fatal," kata Budi.
Kasus cacar monyet di Indonesia pertama kali ditemukan tahun lalu, dengan riwayat penularan dari Singapura. Namun, tahun ini, penularan monkeypox terjadi karena transmisi lokal dan didominasi masyarakat yang memiliki orientasi lelaki seks lelaki.
Baca Juga : Beroperasi Juli 2024, Sulsel Segera Miliki Rumah Sakit Jantung, Otak, dan Kanker
"Penyakit ini sensitif, karena terjadi di segmen khusus. (Mereka, red) yang suka sensitif kalau kita diskusikan itu, LSL," ujar Budi.
Budi mengatakan, pasien cacar monyet yang saat ini tercatat merupakan laki-laki dengan rentang usia 18-49 tahun. Sebanyak 26 kasus di antaranya memiliki riwayat HIV.
Gejala paling umum dialami adalah munculnya lesi di kulit. Gejala lain adalah demam, sakit tenggorokan, hingga radang di area genital. (*)
Baca Juga : Bersama Menkes, Pj Gubernur Bahtiar Hadiri Konsolidasi Program Kerja Rumah Sakit Vertikal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

