PORTALMEDIA.ID -- Lembaga survei Poltracking Indonesia mencatat elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar paling rendah dalam survei suara warga Nahdlatul Ulama (NU).
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mempertanyakan cara Poltracking melakukan sampling survei tersebut.
Baca Juga : UKK Tahap II PKB Jaring Calon Ketua DPW Berbasis Karakter Daerah
Jazilul yakin warga NU yang punya kartu tanda anggota pasti memilih pasangan Anies-Muhaimin.
"Saya mau tanya, warga NU yang mana, karena samplingnya beda. Kalau samplingnya pengurus NU, saya yakinkan NU yang ber-KTA, saya yakinkan," kata Jazilul Fawaid di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (11/11/2023) dilansir Liputan6.
Jazilul mengatakan warga NU sudah punya kesadaran dan kecerdasan politik. Mereka akan memilih pasangan capres-cawapres yang memperjuangkan suara umat.
Baca Juga : Muswil PKB Sulsel, Appi Tekankan Kolaborasi Parpol untuk Kawal Pembangunan
"Warga NU sudah punya kesadaran dan kecerdasan poltik. Ke mana suara santri dan perjuangan al sunnah wal jamaah perjuangan umat dilakukan," kata Jazilul.
Menurut Jazilul, selama ini suara NU seperti mendorong mobil mogok. Ia yakin warga NU akan memilih pasangan capres-cawapres yang merepresentasikannya.
"Karena selama ini suara NU kan kayak orang dorong mobil mogok. Hari ini enggak," ujar Jazilul.
Baca Juga : Legislator PKB Syamsu Rizal Sambut Baik Deklarasi New York Dukung Berdirinya Negara Palestina
Sementara itu, Jazilul menegaskan pihaknya juga memiliki survei internal. Namun tidak untuk dipublikasi.
Hasilnya, kata Jazilul, hasil survei internal pasangan AMIN menang dengan angka 40 persen mengalahkan Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud.
"Ya saya juga punya survei internal yang menunjukkan sama sekali jauh berbeda, dan kita tidak publikasi. Bahkan pasangan Anies sudah 40 persen, nomor dua disusul Ganjar, Prabowo nomor tiga," kata Jazilul.
Baca Juga : Di Harlah PKB, Cak Imin Usul Kepala Daerah Dipilih DPRD
Sebelumnya, survei Poltracking Indonesia merekam pilihan warga Nahdlatul Ulama (NU) di pilpres 2024 paling banyak memilih pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Dengan basis suara warga NU 51,3 persen, 42,4 persen merupakan pemilih Prabowo-Gibran.
"NU dengan populasi 51,3 persen pertama ke Prabowo-Gibran," ujar Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda saat pemaparan survei secara daring, Jumat (10/11/2023).
Baca Juga : Deng Ical Ditunjuk Sebagai Korwil Zona Sulawesi LKN DPP PKB
Pasangan Ganjar-Mahfud di urutan kedua yang paling banyak dipilih warga NU dengan angka 30,4 persen. Sementara, Anies-Muhaimin di urutan ketiga dengan angka 23,7 persen.
Hanta Yuda menjelaskan bahwa angka ini memperlihatkan tidak ada yang dominan di antara pemilih dari basis NU. "Ini data tersebar tidak ada yang dominan tidak ada yang lemah," jelas Hanta Yuda.
Poltracking menggelar survei tatap muka pada 29 Oktober-3 November 2023. Survei menggunakan metode pengambilan sampel multistage random sampling dengan jumlah 1.220 responden.
Survei memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News