0%
Rabu, 15 November 2023 14:16

Kentalnya Bango Melekat pada Cita Rasa Masakan Nusantara

Penulis : Gita Oktaviola
Editor : Gita Oktaviola
Festival Jajanan Bango 2023 yang berlangsung di Mall Pipo Makassar, Minggu (8/10/2023). (Foto: Gita/Portalmedia.id)
Festival Jajanan Bango 2023 yang berlangsung di Mall Pipo Makassar, Minggu (8/10/2023). (Foto: Gita/Portalmedia.id)

"Berkat Festival Jajanan Bango 2023 dan Kecap Bango, saya bisa memperkenalkan makanan khas ini hingga diminati oleh warga Makassar"

Tak hanya itu, Sate Rengginang asal Lombok juga diguyur pengunjung malam itu. Antrian panjang membelah kerumunan. Atraksi bakar sate juga dilakukan karyawan sehingga para pengantri tak bosan menunggu giliran. Fitri, si penjaga tenant sangat bersyukur karena 7.000 tusuk sate rengginang yang dibawanya dari Lombok habis terjual.

Ia juga sangat mengandalkan resep rahasia keluarga yang telah dijaganya selama 30 tahun. Berbeda dengan bumbu sate pada umumnya, sate rengginang sendiri tak ditaburi saos kacang, tapi bumbu rahasia yang dipasangkan dengan sambal pedas membuat cita rasa yang dihadirkan sangat istimewa.

"Saya sangat berterima kasih dengan Festival Jajanan Bango karena sudah mengajak saya ke Makassar sehingga memperluas promosi sate yang kami jual. Tak dipungkiri memang kalau sate rengginang banyak penggemar bukan hanya di Lombok, tapi pengunjung dari kota lain sudah memilih sate rengginang sebagai rekomendasi makanan yang harus dicoba saat ke Lombok," jelasnya.

Bango Lestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Festival Jajanan Bango 2023 di Makassar turut menandai perayaan 95 tahun perjalanan Bango dalam menjaga kualitas dan melestarikan kekayaan kuliner nusantara. Bertajuk “Bangkitkan Sejuta Rasa Nusantara”, Festival Jajanan Bango 2023 unjuk pengalaman multisensori dalam membangkitkan apresiasi dan semangat pelestarian kuliner Indonesia di tengah maraknya culinary gem dari mancanegara.

Ari Astuti, Head of Marketing Nutrition Indonesia, PT Unilever Indonesia, Tbk. menyampaikan jika perjalanan sukses Bango selama 95 tahun berakar pada konsistensi dalam menjaga kualitas dengan penggunaan 4 bahan alami terbaik dan proses pembuatan yang otentik. Hingga kini, Bango selalu menjadi andalan ibu, keluarga dan para penjaja kuliner legendaris sebagai kecap terbaik untuk menyajikan aneka hidangan Indonesia. Hal ini terlihat dari survei Kurious-Katadata Insight Center yang menunjukkan bahwa Bango adalah brand kecap terfavorit pilihan 80,5% masyarakat Indonesia.

“Bango juga konsisten menjalankan misi melestarikan kuliner nusantara, salah satunya melalui pelaksanaan Festival Jajanan Bango sejak 2005. Di acara ini, pengunjung bisa mengeksplorasi kelezatan aneka hidangan otentik yang disajikan oleh para legenda kuliner dari Sabang hingga Merauke – terutama yang menggunakan kecap manis: culinary gem asli Indonesia,” ucap Tutut sapaannya.

Culinary gem atau pusaka kuliner adalah cerminan sejarah, identitas, tradisi, dan kearifan lokal yang unik dan tak lekang waktu. Tidak hanya menjembatani masyarakat dengan akar budaya mereka, culinary gem juga menjadi alat untuk memperkenalkan jati diri sebuah negara pada dunia. Contoh negara yang sukses melakukannya antara lain Jepang dengan Shoyu, Thailand dengan saus Sriracha, atau Korea dengan saus Gochujang.

Bowo, pegiat pelestarian kuliner Indonesia yang merupakan Co-Founder “Dari Halte ke Halte” atau DHKH (komunitas pemberi rekomendasi ragam kuliner Indonesia yang bisa diakses menggunakan transportasi umum) turut berbagi cerita. Menurutnya istilah culinary gem muncul karena minat millennial dan Gen-Z untuk berpetualang kuliner kini semakin tinggi, termasuk hunting berbagai kuliner otentik dari mancanegara.

"Maka tak heran kalau Shoyu, Sriracha atau Gochujang jadi makin familiar di telinga dan lidah generasi muda. Di tengah kondisi ini, salah satu misi platform DHKH adalah mengajak HalTeman, terutama millennial dan Gen-Z, agar tidak lupa akan kuliner nusantara dan terus mengeksplorasi kekayaannya. Bisa dibilang, sebagian besar dari trip yang kami lakukan berfokus mengunjungi UMKM kuliner nusantara yang masih kurang terekspos, termasuk hidangan-hidangan otentik yang kaya dengan penggunaan kecap," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer