IAS menyampaikan pencapaiannya itu tidak lepas dari dukungan dan ajaran dari NH yang meskipun sudah sejak 2010 meninggalkan Golkar, tapi komunikasi dan silaturahmi dengannya tetap terjalin baik, apalagi dalam urusan politik.
“Dan kemudian bisa seperti hari ini itu tidak lepas oleh bimbingan kakanda saya yang sangat saya cintai bapak Nurdin Halid, apalagi urusan politik, beliaulah guru saya,” ujar Aco sapaan lain IAS.
IAS juga menuturkan jika dirinya sudah mengundurkan diri secara resmi dari Partai Demokrat sejak lama, namun memang tidak dibuka untuk umum terkait surat pengunduran dirinya.
Baca Juga : Jika Musda Diulur, Golkar Sulsel Terancam Tak Solid di Pemilu 2029
“Ya, saya sudah mengundurkan diri, bahkan saya sudah bertemu langsung dengan Ketua DPP Partai Demokrat, cuma memang suratnya tidak dipublish,” tutupnya.
IAS memastikan kembali ke Golkar sudah melalui perenungan panjang. Ia kembali ke Golkar setelah paham bahwa mekanisme organisasi di internal Golkar menawarkan proses suksesi yang lebih demokratis.
Dari perenungan itu pula dirinya yakin pada level penjaringan calon gubernur nanti Golkar memiliki mekanisme yang juga demokratis.
Baca Juga : Muhidin Titip Golkar Sulsel ke Rahman Pina
IAS mengaku Ketua Golkar Sulsel, Taufan Pawe sebagai tokoh yang pertama mengajaknya kembali ke Golkar. Lalu, setelah membangun komunikasi lebih jauh, IAS kemudian mendapat sambutan hangat setelah sowan ke sejumlah elite DPP Golkar, terutama yang berdarah Sulsel. Seperti Nurdin Halid, Erwin Aksa, Muhiddin, dan Supriansa. Semangat lain didapatkan untuk bergabung Golkar dari elite lain seperti Dolly Kurnia, dan beberapa sepuh Golkar di Jakarta.
Aco, panggilan khas dari IAS pernah menjadi Ketua DPD II Golkar Makassar. Selanjutnya 2008, IAS terpilih Ketua Golkar Sulsel dalam Musdalub Golkar Sulsel yang kala itu Amin Syam mengundurkan diri.
Belum cukup setahun menjabat, kepemimpinan Golkar Sulsel diambil alih oleh Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang memenangkan pertarungan meraih kursi ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan 2009-2014 melalui musyawarah tertutup pada Musda VIII Partai Golkar Sulsel di Hotel Imperial Aryaduta Makassar.
Baca Juga : DPR Dorong Grand Design Terpadu Pemulihan Aceh–Sumatera Pasca Bencana
Dari situlah IAS, menyeberang ke Demokrat, dan menjadi Ketua Demokrat Sulsel yang kala itu ketua DPP adalah Anas Urbaningrum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News