PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR --Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memberangkarkan 929 jemaah haji ke Tanah Suci melalui Embarasi Makassar pada musim haji tahun ini. Sebanyak 786 diantaranya telah tiba kembali di tanah air dalam 2 kelompok terbang (kloter), yakni kloter 6 dan 7 pada hari Kamis (4/8/2022) pukul 05.00 dan pukul 18.35 Wita.
Sementara 143 jemaah lainnya yang tergabung dalam kloter 8 akan tiba pada hari Jumat (5/8/2022) sekitar pukul 19.25 Wita.
Dalam prosesi penerimaah dan pelepasan jemaah haji kloter 7 oleh PPIH Embarkasi / Debarkasi Makassar ke Pemerintah Daerah Provinsi Sultra yang berlangsung di Aula Arafah Asrama Haji Makssar disebutkan bahwa hasil rapid test antigen seluruh jemaah non reaktif (negarif), begitu juga dengan kloter 7 yang diterima di hari yang sama pada pagi hari.
Baca Juga : Cuaca Panas dan Beban Pesawat, Kadaker Bandara Imbau Jemaah Tertib Barang Bawaan
Jemaah haji kloter 7 asal Sultra ini diterima secara resmi oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan, Faturrahman mewakili Ketua PPIH Embarkasi Makassar.
"Alhamdulillah kloter 7 kembali utuh di tempat ini dan patut disyukuti karena hasil tes antigennya semuanya negatif. Insya Allah menjadi haji yang mabrur dan segera dapat berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman," ucap Fathurrahman.
Kepada jemaah haji asal Sultra, Faturrahman berharap jemaah dapat menjaga kemabruran ibadah hajinya dengan tetap menjaga sikap, prilaku dan ibadahnya sekembalinya ke kampung halaman masing-masing.
Baca Juga : Catat! Barang Ini Dilarang Masuk Koper Bagasi Jemaah
"Tentunya kemabruran haji bapak ibu akan dinilai dari sikap, prilaku dan ibadahta setelah kembali ke kampung halaman. Laksanakan seperti ketika melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci," tandasnya.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Kolaka M. Jayadin dalam sambutannya ketika menerima secara resmi jemaah haji kloter 7 mewakili Pemerintah Daerah Prov. Sulawesi Tenggara..
"Salah satu ciri haji mabrur ketika ada perubahan dalam prilaku, tutur kata dan beribadah yang lebih baik. Kalau di Mekah Almukorama dan Madinah Almunawara kita kejar salat berjamaah, zikir, tadarrus, dan menjaga lisan dan tutur kata, kebiasaan itu juga harus kita bawa ke daerah masing-masing. Itulah haji mabrur," tutur Jayadin.
Baca Juga : Emas dan Air Zamzam Bawaan Jemaah Haji Dibebaskan Bea Masuk
Begitu juga ketika kita kembali bergabung dengan maayarakat dan keluarga, lanjut Jayadin, jemaah dari 7 kabupaten/kota se Sulta ini diharap dapat menjadi contoh dan suri teladan.
"Jangan bawa kembali kebiasaan-kebiasaan lama. Jadilah contoh, suri teladan dan panutan di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya.
Usai prosesi serah terimah, jemaah haji kloter 7 ini sebahagian langsung diberangkatkan melalui jalur darat via Siwa dan sebahagian lainnya menginap di Asrama Haji Makassar untuk selanjutnya akan diterbangkan keesokan harinya, Jumat (5/8) ke Kendari Sultra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News