PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Hujan deras yang terjadi di Kota Makassar, pada 3 Desember 2023 sekitar pukul 15.35 WITA, menyebabkan sejumlah wilayah tergenang air, termasuk pemukiman warga di sekitar jalan tol yang disebabkan oleh aliran air hujan yang membawa sampah ke saluran drainase.
Sampah yang tertahan pada jeruji penyaring sebelum pompa pengendali banjir menjadi penyebab genangan air di area pemukiman warga. Akibatnya, sekitar pukul 16.58 WITA, air masuk ke pemukiman warga.
Warga yang terdampak insiden ini melakukan protes dengan menutup jalan tol Makassar seksi 1 arah dari dan menuju ke pelabuhan laut Soekarno Hatta Makassar serta berupaya membongkar jeruji penyaring sampah pada rumah pompa yang menyebabkan kondisi lalu lintas di jalan tol terhambat, sehingga mengakibatkan kemacetan.
Baca Juga : Mahasiswa Unhas Gagas "Megapolis Water Sensitive" untuk Atasi Krisis Air dan Banjir Perkotaan
Ismail Malliungan, Direktur Utama PT Makassar Metro Network (MMN) mengatakan, banjir yang terjadi di pemukiman penduduk sekitar Jalan Tol Makassar disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dan banyaknya sampah di saluran drainase.
"Dalam proses pembangunan jalan Akses Tol Makassar New Port, kami telah melakukan revitalisasi terhadap sistem drainase dengan membangun rumah pompa untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Namun, perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak terkait penanganan sampah di wilayah tersebut," ucapnya.
Untuk mengatasi kejadian ini pengelola jalan tol dibantu oleh pihak kepolisian telah mengadakan diskusi dan negosiasi dengan warga terdampak untuk mengatasi hal tersebut.
Baca Juga : Pasca Banjir, Bupati Uji Nurdin Gerak Cepat Kerahkan Tim Bersihkan Sungai Garegea
Proses pembersihan sampah pada jeruji penyaring sampah juga langsung dilakukan oleh tim terkait. Sehingga, sekitar pukul 19.07 WITA, warga yang memblokade jalan tol membubarkan diri dan kondisi lalu lintas jalan tol Makassar sudah kembali normal serta dapat dilalui untuk seluruh ruasnya.
Terkait insiden ini, pengelola jalan tol bersama dengan kontraktor proyek masih melakukan penanganan lebih lanjut, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News