PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto resmikan dua unit kapal pinisi yang di balut dalam ritual 'Annyorong Lopi' atau penurunan kapal pinisi ke Laut pantai losari.
Ritual Anyyorong Lopi dimulai dengan 'appasili', dipercayai oleh masyarakat Bugis Makassar bisa mencegah dan menolak marabahaya. Prosesi 'appasili' dibarengi dengan tolak bala dengan harapan perahu pinisi tidak mengalami gangguan saat berlayar.
Lalu dilanjutkan dengan 'ammarosi' atau pembuatan pusar (possi) pada pertengahan lunas perahu menggunakan bor. Tahap terakhir, peluncuran perahu dengan menarik perahu pinisi ke laut Pantai Losari.
Baca Juga : Lewat Forum Indonesia on the Move, Munafri Siapkan Sistem Transportasi Terpadu dan Rendah Emisi
Dua kapal pinisi tersebut juga merupakan salah satu program prioritas Pemkot Makassar yang dieksekusi oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar.
Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengatakan, pembuatan kapal pinisi ini merupakan paket lengakp dengan melibatkan seluruh budaya, ritual dan tradisi yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Bulukumba.
'Hari ini kita melihat ada budaya bernama anyyorong lopi dan didalamnya ada passili, tidak lain adalah doa-doa yang dipanjatkan untuk mengawal phinisi ini, untuk selamat menunaikan tugas dengan selamat dan terhindari dari segala macam marabahaya," ucap Danny Pomanto saat ditemui di Monumen MNEK Kawasan CPI. (12/11/2023).
Baca Juga : Menjelang Setahun Kepemimpinan MULIA, Makassar Raih UHC Award 2026
Kapal legendaris ini diberi nama 'Adama' dan 'Tungguma', identik dengan momen-momen perjuangan Danny Pomanto menjadi wali kota periode kedua. "Namanya perahu Pinisi Adama dan satu lagi Tungguma," pungkas Danny.
Danny menyampaikan tujuan pembuatan kapal pinisi ini selain sebagai peningkatan pariwisata juga sebagai edukasi nantinya bagi anak-anak muda di Makassar terkait pembuatan kapal pinisi.
"Anak-anak bisa melihat secara langsung itu. Sehingga bukan hanya tongkonan dan tahun depan ada lumbungnya. Sehingga anak anak kita diperkaya secara langsung," ujar Danny.
Baca Juga : Kunjungi Kantor Kemenlu, Wali Kota Munafri Perkuat Diplomasi Pariwisata dan Maritim Lewat Kolaborasi
Adapun anggaran pembuatan dua kapal pinisi ini sebesar Rp7,99 miliar. Satu unit hampir menyentuh angka Rp4 miliar. Pengerjaannya dilakukan selama delapan bulan atau 240 hari.
Rencananya, Pemkot Makassar akan menambah dua unit pinisi lagi di tahun 2024 mendatang. "Di anggarkan untuk dua lagi, nanti kita liat, sayembara biding kita lelang termasuk perencanaannya. Ini perencanaannya menarik sekali karena jet ski bisa sandar jadi dia konsep tradisional tapi penggunaannya modern," tutup Danny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News