0%
Sabtu, 23 Desember 2023 08:53

Permalukan Cak Imin di Debat soal Peresmian IKN, Gibran Juga Minta Mahfud Buka Google

Editor : Azis Kuba
Permalukan Cak Imin di Debat soal Peresmian IKN, Gibran Juga Minta Mahfud Buka Google
ist

"Saya ingat Gus Muhaimin dulu sempat ikut meresmikan dan potong tumpeng di IKN. Ini gimana ini tidak konsisten," jawab Gibran.

PORTALMEDIA.ID — Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menanyakan sikap konsitensi dukungan dari cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar terhadap Ibu Kota Nusantara (IKN) saat debat cawapres 2024 yang digelar di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023) 

"Saya ingat Gus Muhaimin dulu sempat ikut meresmikan dan potong tumpeng di IKN. Ini gimana ini tidak konsisten," jawab Gibran. 

Menurutnya perubahan dukungan Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar terhadap IKN terjadi setelah berpasangan dengan capres Anies Baswedan yang mengusung tema perubahan.

Baca Juga : Mahfud MD Soroti Campur Tangan Politik dalam Reformasi Pelayanan Polri

"Dulu dukung sekarang tidak dukung karena jadi wakilnya Pak Anies yang mengusung tema perubahan," lanjutnya.

Wali kota Solo tersebut mengatakan IKN tidak hanya membangun bangunan pemerintah. Namun, IKN dinilai perlu dimaknai sebagai simbol pemerataan pembangunan di Indonesia.

"Tidak semuanya harus menggunakan APBN bahkan IKN tidak 100 persen menggunakan APBN yang digunakan hanya 20 persen sisanya adalah investasi dari swasta dan dari luar negeri," ujarnya.

Baca Juga : Serap Aspirasi di Makassar, Komisi Reformasi Polri Catat Keluhan soal Pemerasan hingga Politik

Gibran juga menekankan, banyak investor yang sudah masuk ke IKN, seperti Mayapada dan Agung Sedayu.

Hal tersebut dilakukan karena investor masih melihat stabilitas politik di Indonesia.

"Mereka masih wait and see setelah pilpres, melihat stabilitas politik di Indonesia," tandas dia.

Baca Juga : PKB Gelar Aksi Sosial di Makassar, 1.500 Paket Sembako Disalurkan ke Warga

Gibran mengatakan bahwa infrastruktur fisik dan kualitas rakyat sama-sama penting. Merespons hal tersebut, Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD tertarik untuk bertanya soal IKN. Menurutnya, saat ini IKN banyak menggunakan APBN.

"Sejauh yang kita baca sampe sekarang belum ada satupun investor yang masuk kesana. Kalau ada sebutkan? Yang saya dengar ada ratusan ribu hektar tanah yang sudah dikuasi pengusaha tertentu," balas Mahfud.

Menjawab pertanyaan Mahfud MD, Gibran mengatakan bahwa sudah banyak investor yang masuk.

Baca Juga : Survei IPO: Kepuasan Publik pada Gibran Hanya di Angka 29%

Usai menjawab, Mahfud kemudian melemparkan senyum dan memberikan jempol.

"Prof setelah pulang dari debat bisa google. Sudah banyak yang masuk. Mayapada, Agung Sedayu dan nanti akan tambah lagi mungkin setelah pilpres," pungkas Gibran.

Gibran Anggap Aneh Cak Imin

Baca Juga : Mahfud MD Setuju Masuk Komite Reformasi Kepolisian

Pada sesi lain, Muhaimin Iskandar memaparkan gagasannya akan membangun setidaknya 40 kota baru menjadi sekelas Jakarta jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.

Menurutnya, 40 kota tersebut diharapkan dapat menampung penduduk, memberikan sarana dan prasarana, serta menyediakan kehidupan yang sehat dan aman.

"Perumahan tidak terlampau jauh dari pusat-pusat pekerjaan, di mana akses pendidikan bisa sampai pada yang dibutuhkan," ujar Cak Imin dalam debat cawapres perdana tersebut.

Namun, gagasan tersebut dinilai oleh cawapres dari paslon nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka sebagai hal yang aneh.

Pasalnya, Anies-Muhaimin sebelumnya tidak setuju dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

"Gus Muhaimin agak aneh. Pengen membangun kota selevel jakarta tapi enggak setuju sama IKN," ketus Gibran. "Tapi ya monggo-lah enggak apa-apa," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar