0%
Senin, 08 Agustus 2022 20:46

Sandiaga Uno Umumkan Kenaikan Tarif Masuk Pulau Komodo Ditunda ke 2023

Editor : Rasdiyanah
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Foto: ist
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Foto: ist

keputusan kenaikan tarif masuk Pulau Komodo terpaksa ditarik oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Mas Menteri, sapaan akrabnya, menyebutkan kenaikan akan ditunda hingga 2023 mendatang.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Putusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menaikkan tarif masuk Pulau Komodo harus tertunda. Hal ini menyusul banyaknya reaksi dari berbagai pihak. 

Meneteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta sendiri agar kenaikan tarif masuk Pulau Komodo ditunda. Adapun kenaikan tarif masuk Pulau Komodo sebesar Rp3,75 juta ditunda hingga 1 Januari 2023.

"Kami sudah mendapat arahan dari Pak Jokowi di awal minggu dan sudah kami koordinasikan. Jadi, ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden," kata Mas Menteri, sapaan akrab Sandiaga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip dari liputan6, Senin (8/8/2022).

Baca Juga : Jokowi Pakai Passapu di Rakernas PSI

Menurut dia, keputusan ini diambil usai pemerintah menampung aspirasi dan berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan. Selanjutnya, Sandiaga menyampaikan apirasi tersebut kepada Jokowi.

"Ini juga saat yang tepat untuk melakukan perbaikan-perbaikan sistem komunikasi sehingga penundaan ini lebih memberikan pemahaman, apa saja manfaat kontribusi terhadap konservasi agar Taman Nasional Komodo ini punya aspek pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," ujarnya.

Sandiaga mengatakan pihaknya akan melakukan upaya agar kenaikan harga masuk Pulau Komodo tidak mengurangi pendapatan masyarakat setempat. Dia menilai pendapatan masyarakat justru berpotensi meningkat karena kehadiran bandara dan fasilitas pariwisata lainnya.

Baca Juga : Mantan Relawan Desak Jokowi Segera Bertobat

"Kita harapkan tentu akan meningkatkan penghasilan masyarakat dan aspek konservasi dan ekonomi ini akan kita realisasikan beriringan," ujar Sandiaga.

Dia menuturkan pihaknya juga akan memanfaatkan penundaan kenaikan tarif masuk ini untuk melakukan sosialiasi kepada semua pihak. Hal ini agar semua aspirasi masyarakat dalam terserap sehingga tak berdampak buruk pada sektor pariwisata.

"Kita akan lakukan dengan gerak cepat, kita sudah buat forumnya dan sudah dilakukan awal minggu ini sesuai arahan Presiden. Kita perbaiki komunikasi publik, perbaiki penyerapan aspirasi, pantau situasi terutama tentang penundaan dan pembatalan kunjungan," tuturnya.

Baca Juga : LISA Robot AI Milik UGM Hilang Setelah Sebut Jokowi Bukan Alumni UGM

"Jika ada gejolak ditangani dengan transparan, kita redam. Kita tidak ingin narasi terhadap pariwisata yang sudah sangat baik, karena kita naik indeksnya, lapangan kerja juga sudah tambah 1,1 juta. Ini kita pastikan bisa terus momentumnya kita kawal dan kita tingkatkan," sambung Sandiaga.

Sandiaga menyampaikan pemerintah menargetkan tarif kontribusi Pulau Komodo akan diterapkan pada 1 Januari 2023. Namun, pemerintah akan melakukan komunikasi yang trasnparan.

"Kita mau tampung semua aspirasi dari seluruh lapisan masyarakat," ucap Sandiaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer