0%
Minggu, 31 Mei 2026 17:37

PLN UIP Sulawesi Sukses Antarkan 'Kopi Batul Oishii' Mandiri dan Raih Penghargaan Nasional

Editor : Kimel
PLN UIP Sulawesi melihat potensi Kelompok Petani Kopi Batui dalam merintis "Kopi Batui Oishii" untuk berbisnis, serta membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri.
PLN UIP Sulawesi melihat potensi Kelompok Petani Kopi Batui dalam merintis "Kopi Batui Oishii" untuk berbisnis, serta membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri.

Keberhasilan program pendampingan ini juga ditandai dengan raihan sejumlah penghargaan bergengsi pada tahun 2025.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR –
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diinisiasi oleh PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi kini memasuki babak akhir.

Setelah tiga tahun berjalan sejak 2024, program "Bantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui" sukses membangun ekosistem usaha kopi yang mandiri dan siap bersaing di pasar modern pada tahun 2026.

Keberhasilan program pendampingan ini juga ditandai dengan raihan sejumlah penghargaan bergengsi pada tahun 2025.

Di antaranya adalah penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 untuk kategori pertumbuhan ekonomi inklusif, serta predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan bahwa kesuksesan Kopi Batui merupakan bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan selaras dengan pemberdayaan potensi lokal.

"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi," ujar Aditya.

Perjalanan transformasi ini dirasakan langsung oleh Fadly, pemilik usaha "Kopi Batui Oishii" di Desa Nonong, Kecamatan Batui. Memulai usaha sejak 2010 dengan keterbatasan alat dan biaya, titik balik usaha Fadly terjadi saat PLN UIP Sulawesi masuk memberikan bantuan pada tahun 2024.

Bantuan awal difokuskan pada penguatan sektor hulu, mulai dari pembukaan lahan, penyediaan bibit, hingga pembangunan rumah produksi.
Memasuki tahun kedua pada 2025, PLN melanjutkan dukungan di sektor hilir berupa modernisasi peralatan pascapanen.

Bantuan tersebut meliputi mesin grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, konveyor, alat ukur kadar air, hingga pelatihan barista dan pendampingan pemasaran.

"Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat," kata Fadly.

Di tahun 2026 ini, fokus utama program adalah memantapkan kapasitas produksi serta menstabilkan manajemen bisnis.

Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, kelompok usaha Kopi Batui Oishii kini dinilai telah siap dilepas untuk mandiri secara berkelanjutan, sekaligus menjadi ikon ekonomi baru di daerah Batui.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar