PORTALMEDIA.ID, JAKARTA -- Elektoral pasangan calon presiden dan wakil presiden sejauh ini belum ada yang melebihi 50% versi lembaga survei.
Hanya elektoral pasangan Prabowo-Gibran yang sudah mencapai angka 47,0% versi Lembaga Survei Indonesia.
Lmbaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil jajak pendapat elektabilitas tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) peserta Pemilu 2024.
Baca Juga : Survei SSI: Budiman - Akbar Unggul di Lutim, Posisi Capai 47,32 persen
Hasilnya, elektabilitas pasangan capres dan cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, unggul dibandingkan dua pasangan calon (paslon) lainnya.
Tingkat elektoral Prabowo-Gibran mencapai 47,0%. Elektabilitas pasangan Menteri Pertahanan dan Wali Kota Surakarta itu naik sekitar 1% dibandingkan survei periode sebelumnya pada Desember 2023.
“Di Januari ini kami menemukan bahwa tingkat dukungan kepada Prabowo-Gibran itu berada di angka 47%, naik sedikit dibandingkan dengan awal Desember lalu,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam rilis survei yang ditayangkan YouTube Lembaga Survei Indonesia, Sabtu (20/1/2024).
Baca Juga : Real Count KPU 50,07%: Anies 25,27%, Prabowo 56,89%, Ganjar 17,84%
“Jadi selama sebulan itu walaupun tidak signifikan, tapi ada kenaikan kecil 1,6%,” tuturnya.
Urutan kedua, pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, mengekor dengan elektabilitas 23,2%. Sama seperti Prabowo-Gibran, tingkat keterpilihan pasangan mantan Gubernur DKI Jakarta dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini naik sekitar 1% dibandingkan survei sebelumnya.
Sementara, di urutan ketiga, ada pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, yang elektabilitasnya sebesar 21,7%. Dibandingkan survei sebelumnya, elektabilitas pasangan mantan Gubernur Jawa Tengah dan Menko Polhukam itu turun hampir 2%.
Baca Juga : Timnas Amin dan TPN Ganjar-Mahfud Sepakat Gugat Kecurangan Pemilu
“Yang justru turun adalah pasangan Ganjar-Mahfud, turun sekitar 2% dari 23,8% menjadi 21,7%,” tutur Djayadi.
Pada survei Januari 2024, responden yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab sebesar 8,0%. Angka pemilih mengambang ini lebih rendah dibandingkan survei Desember 2023 (8,3%) dan survei Oktober 2023 (18,3%).
Adapun survei melalui telepon ini digelar pada 10-11 Januari 2024. Survei melibatkan 1.206 responden yang dipilih secara acak melalui metode double sampling. Dengan metode tersebut, margin of error survei diperkirakan +-2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News