PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Fauzi meminta Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, BMKG, BNPP/Basarnas agar melakukan peningkatan dalam mendukung penyelenggaraan angkutan mudik menyambut Ramadhan dan Lebaran Idulfitri tahun 2024 ini.
Apalagi, Komisi V DPR RI sebelumnya memberikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, BMKG, BNPP/Basarnas, Korlantas Polri beserta seluruh operator transportasi nasional dan operator Jalan Tol atas penyelenggaraan angkutan libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 yang aman, lancar dan terkendali.
Menurut Muhammad Fauzi, setiap tahun perihal kesiapan transportasi menyambut liburan keagamaan terus dibahas di Komisi V DPR RI sebagai mitra kerja stakeholder terkait. Harapannya setiap musim liburan, khususnya lebaran bisa meminamalisir terjadinya hal-hal tidak diinginkan.
"Pastinya zero accident tidak mungkin, tapi kita mendekati itu meminimalisir hal-hal yang kemarin kejadian kita kurangilah," beber Fauzi, kepada awak media, di Makassar, Selasa (23/01/2024).
Baca Juga : Mencoblos Bersama Keluarga, Abang Fauzi Berharap Kondusifitas Lutra Terjaga Hingga Penetapan
Legislator Fraksi Gollar DPR RI ini menuturkan bahwa, hasil evaluasi pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk Natal dan tahun baru menjadi pegangan terakhir dalam rangka menyambut lebaran nanti. Terutama dalam hal rest area di jalan-jalan tol ataupun di luar tol harus diperbayak.
"Karena tidak mungkin juga rest area itu waktunya ditentukan. Misalnya setiap pengguna rest area hanya satu jam, bagaimana kita menentukan orang tidur bisa hanya satu jam, inikan sulit," terangnya.
Selain itu kata Fauzi, fasilitas pendukung lainnya, seperti rambu-rambu lalulinta juga harus diperbanyak. Karena kadang ada yang kurang penerangan, rambu jalan juga sangat kurang.
Baca Juga : Menuju Kemenangan di Pilkada Lutra, MAJU Isi Kampanye dengan Riang Gembira
"Kemudian juga jalan menjadi suatu hal yang sangat penting, kondisi jalan yang akan dilalui ini juga karna masih ada waktu harus diperbaiki. Terutama di sulsel juga masih banyak jalan-jalan yang memang perlu diperbaiki," terang Abang Fauzi sapaan akrabnya.
Tak kalah pentingnya, lintasan kereta api juga menjadi penting, salah satunya jalan pertemuan antara kereta api dan kendaraan mobil kalau bisa diperluas.
"Jangan kesannya pas dititik rawan kita anggap jalan kereta dengan mobil bertemu itu kok makin kecil, harusnyakan makin besar," ungkapnya.
Baca Juga : Pasangan MAJU Ajak Paslon Lain Kolaborasi Bangun Luwu Utara
Lanjutnya, begitu juga dengang fasilitas transportasi baik di terminal, pelabuhan dan bandara harus diperhatikan dan lebih manusiawi agar bisa mengakomodir semua pengguna, begitupun penyandang disabilitas.
"Sehingga siapa pun yang menggunakan itu ada porsinya, ya kalau pesawat kurangi delay lah, harus tegas perhubungan ini masalah delay," beber Caleg DPR RI dari Partai Golkar dapil Sulsel III ini.
"Kalau bisa juga tiket jangan terlalu tinggi untuk semua jenis transportasi. Karena kondisi ekonomi kita juga kan masih dalam rangka penyusuaian akibat covid ini," lanjutnya.
Baca Juga : Ratusan Perempuan MAJU Konsolidasi Menangkan Muhammad Fauzi - Ajie Saputra
Olehnya itu, kalau ini hal-hal sudah dilakukan, paling tidak berdampak meminimalisir risiko. Selain itu, pemerintah juga sudah hadir di tengah-tenga masyarakat dalam rangka menyambut Idhul Fitri ini.
Diketahui, berdasarkan hasil evaluasi Komisi V DPR RI ada beberapa catatan kepada Kementerian Perhubungan, di antaranya agar melakukan evaluasi dan meningkatkan langkah preventif dalam mengantisipasi terjadinya kecelakaan; meningkatkan pengawasan dan inspeksi rutin dalam pelaksanaan SOP pada setiap moda transportasi.
Kemudian menambah titik pemasangan alat sarana prasarana keamanan dan kenyamanan lalu lintas, meningkatkan pengawasan terhadap melonjaknya harga tiket pesawat di beberapa rute penerbangan, serta menyampaikan hasil investigasi kecelakaan kereta api yang terjadi pada awal tahun 2024 ini.
Baca Juga : Muhammad Fauzi Ajak Masyarakat Kenali Program Kandidat Pilkada Lutra
Lebih lanjut, Komisi V juga meminta BMKG meningkatkan koordinasi lintas sektor terkait diseminasi informasi untuk antisipasi cuaca ekstrim dan memastikan informasi sampai kepada stakeholder dan masyarakat. Sedangkan kepada BNPP/Basarnas, Komisi V meminta BNPP agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan kecelakaan dengan menambah personil dan meningkatkan pelatihan SDM potensi SAR.
Terakhir, kepada Korlantas Polri, Komisi V meminta agar melakukan evaluasi dan kajian skema rekayasa lalu lintas utamanya penguraian kemacetan pada titik-titik krusial dan lokasi wisata sebagai upaya perbaikan pada penyelenggaraan angkutan mudik berikutnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News