0%
Kamis, 15 Februari 2024 19:36

Pj Gubernur Sulsel, Wali Kota Makassar dan Stakeholder Cek Harga Sembako di Pasar Terong

Editor : Dewa
Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin didampingi Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Kepala BPS Sulsel Aryanto, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel Rizki Ernadi Wimanda, dan seluruh stakeholder terkait, meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Terong Makassar, Kamis, 15 Februari 2024.
Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin didampingi Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Kepala BPS Sulsel Aryanto, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel Rizki Ernadi Wimanda, dan seluruh stakeholder terkait, meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Terong Makassar, Kamis, 15 Februari 2024.

Saat ini inflasi Kota Makassar terbilang paling rendah bila dibandingkan dengan angka inflasi nasional.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin didampingi Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Kepala BPS Sulsel Aryanto, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel Rizki Ernadi Wimanda, dan seluruh stakeholder terkait, meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Terong Makassar, Kamis, 15 Februari 2024.

Bahtiar mengakui, untuk inflasi di Kota Makassar sangat rendah, sama seperti Sulsel dan di bawah inflasi nasional. Angka Inflasi khususnya Makassar terendah 2,21, provinsi 2,23, dan nasional 2,25.

"Ini harus kita jaga, makanya harus kita cek harga hari ini, Inflasi kita lebih rendah dari inflasi nasional. Kota Makassar luar biasa, jadi ini kita jaga. Makanya kita memastikan seluruh pergerakan harga kita kelola supaya tidak memperngaruhi inflasi. Saya kira itu yang sedang kita kerjakan," ungkap Bahtiar kepada awak media.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menyampaikan, saat ini inflasi Kota Makassar terbilang paling rendah bila dibandingkan dengan angka inflasi nasional saat ini. Meskipun harga komoditi beras cukup naik, namun ia yakin ini bisa dikendalikan, karena beras memang dikendalikan langsung oleh negara.

"Jadi saya mendampingi Bapak Gubernur melihat kondisi objektif hari ini, terkhusus pasca Pemilu. Sebenarnya relatif baik-baik saja, kecuali beras karena beras ini memang dikendalikan oleh negara. Jadi tidak terlalu sulit untuk ditangani, apalagi stok beras kita sampai bulan Juli dalam laparan Bulog itu cukup, sisa penyaluran," urainya.

Menurut Danny, faktor-faktor yang memberikan kenaikan karena faktor libur panjang, kemudian pesta demokrasi.

Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov

"Jadi setelah ini InsyaAllah akan normal kembali. Saya kira stok ini harus dijaga dengan baik, distribusi harus dijaga dengan baik. Itu kuncinya karena tidak ada faktor-faktor lain, hanya faktor memang momen dimana pesta demokrasi, masyarakat, termasuk para distributor beras itu berpesta demokrasi sehingga mereka konsentrasi di situ," pungkasnya.

Sementara, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, mengaku, untuk beras agar diperbaiki sistem distribusi dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah dan pasar-pasar.

"Untuk beras saya pikir stok Bulog harus diperkuat. Begitu sudah datang dari pemerintah pusat itu segera didistribusikan, karena stok ini penting agar fluktuasi harga tidak terlalu besar. Dan juga nanti InsyaAllah Maret sama April akan panen raya, sehingga Bulog bisa menyerap sebanyak-banyaknya," tuturnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer