0%
Sabtu, 24 Februari 2024 18:25

Pemerintah Diminta Kaji Ulang HET Beras

Editor : Dewa
Ilustrasi
Ilustrasi

Terkait ketersediaan beras ini, pemerintah harus lebih berhitung cermat dengan situasi yang ada saat ini. Sebab, jika tidak maka dimanfaatkan sejumlah pihak yang mengambil keuntungan dengan situasi tersebut.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Pemerhati pertanian Ayip Said Abdullah meminta pemerintah melakukan relaksasi dan meninjau ulang Harga Eceran Tertinggi (HET) beras. Hal itu perlu dilakukan supaya tidak terjadi segmentasi pasar beras.

"Ini supaya ada segmentasi beras premium dan nggak hanya di beras medium saja," kata Ayip, dikutip Sabtu, 24 Februari 2024.

Selain itu, Ayip mendorong agar sisa kuota impor beras tahun lalu untuk digelontorkan sampai Bulan Maret 2024 ini. Dengan begitu, maka dapat mengurangi risiko kekurangan beras. 

Baca Juga : Bulog Pastikan Pasokan dan Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan

"Sambil kita berharap di bulan April awal sudah ada yang panen," ujarnya.

Terkait ketersediaan beras ini, menurutnya, pemerintah harus lebih berhitung cermat dengan situasi yang ada saat ini. Sebab, jika tidak maka dimanfaatkan sejumlah pihak yang mengambil keuntungan dengan situasi tersebut.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog dapat menjadi solusi alternatif dalam menanggulangi kenaikan harga beras premium yang tinggi di sejumlah ritel modern maupun di pasar tradisional.

Baca Juga : Titiek Soeharto Kritik Keras Bapanas Soal Penumpukan Stok Beras di Bulog

“Sekarang ada beras Bulog yaitu SPHP, beras SPHP sekarang menjadi alternatif, semua berharap pada SPHP,” ujar Zulkifli. 

Selain itu, ia mengajak masyarakat beralih ke pembelian beras SPHP guna mengatasi mahalnya harga beras premium saat ini.

“Jadi, saya berharap masyarakat beralih ke beras SPHP, kan kalau beras premium barangnya lagi naik dan barangnya juga tidak sesuai dengan yang ditentukan,” kata Zulkifli.

Baca Juga : Pegadaian Siap Salurkan Beras SPHP Bersama Bulog

Zulkifli menuturkan bahwa peningkatan harga beras premium tidak hanya disebabkan oleh faktor ketersediaan, tetapi juga oleh penundaan panen akibat fenomena El Nino. Hal tersebut berdampak pada ketersediaan beras di pasaran, mengakibatkan tingginya harga jual.

“Memang suplainya beras premium itu tidak sebanyak dulu karena kita belum panen, panennya mundur, karena fenomena El Nino, suplainya kurang harganya naik,” ucap Zulkifli. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar