0%
Jumat, 08 Maret 2024 16:20

Jusuf Kalla Sebut Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah, Mahfud: Pandangan Negarawan

Editor : Alif
Jusuf Kalla Sebut Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah, Mahfud: Pandangan Negarawan
ist

Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD menilai pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) soal Pemilu 2024 sebagai terburuk adalah pandangan seorang negarawan.

PORTALMEDIA.ID - Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD menilai pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) soal Pemilu 2024 sebagai terburuk adalah pandangan seorang negarawan.

"Menurut saya itu pandangan seorang negarawan, kalau saya mengatakan itu 'ah Pak Mahfud paslon, pasti gitu. Makanya saya enggak ikut ngomong gitu. Saya katakan anda lihat ceramah Pak JK bagus sekali, pandangan seorang negarawan," kata Mahfud, Jumat (8/3/2024).

Ia lalu mengutip pernyataan JK yang menyebut hak angket kecurangan Pemilu 2024 diperlukan, sebab jika tidak, akan menjadi tradisi kenegaraan bahwa pemenang Pemilu adalah pihak yang paling punya akses ke kekuasaan, mempunyai uang dan mau menyalahgunakan uang.

Baca Juga : Dituduh Nistakan Ajaran Kristen, Pihak JK Buka Suara: Jangan Salah Pahami Fakta Sejarah

"Kalau pemilu yang terburuk ini tidak diklarifikasi melalui proses angket, maka nanti pada saatnya akan ketemu krisis politik dan krisis ekonomi, krisis ekonomi itu konon akan terjadi beberapa bulan ke depan. Kalau politiknya belum selesai lalu ketemu yang menjadi korban nanti negara. Ini Pak JK yang saya pahami dari ceramahnya," katanya.

JK sebelumnya menilai Pemilu 2024 sebagai pemilu yang terburuk di Indonesia sejak pertama kali digelar tahun 1955 silam.

"Saya pernah mengatakan ini adalah pemilu yang terburuk dalam sejarah Indonesia sejak 1955," kata JK dalam pidatonya di Election Talk FISIP UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/3/2024).

Baca Juga : Jelang Ramadhan, DMI Bantu Masjid dan Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara

JK mengatakan proses demokrasi yang diejawantahkan dalam Pemilu kali ini diatur oleh sekelompok kecil orang, yakni orang yang memiliki modal dan orang pemerintahan.

"Pemilu yang kemudian diatur oleh minoritas, artinya orang yang mampu, orang pemerintahan, orang yang punya uang," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar