0%
Jumat, 08 Maret 2024 19:14

Peneliti BRIN Sebut 1 Ramadan 1445 H Pada 12 Maret

Editor : Alif
Peneliti BRIN Sebut 1 Ramadan 1445 H Pada 12 Maret
ist

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menyebutkan hilal diprediksi tak terlihat pada 10 Maret 2024. Maka, 1 Ramadan 1445 H diprediksi jatuh pada 12 Maret 2024.

PORTALMEDIA.ID - Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menyebutkan hilal diprediksi tak terlihat pada 10 Maret 2024. Maka, 1 Ramadan 1445 H diprediksi jatuh pada 12 Maret 2024.

"Tanggal 10 saat magrib tidak ada hilal yang terlihat, belum memenuhi visibilitas hilal," katanya saat konferensi pers di Kantor BRIN, Jakarta, Jumat (8/3/2024).

Dia mengatakan para perukiat tak bisa melaporkan melihat atau tidaknya hilal secara sendiri-sendiri. Namun, harus dikumpulkan untuk bisa menarik kesimpulan.

Baca Juga : Fenomena Februari 2026: Libur Imlek Bareng Awal Ramadan

"Karena contohnya dalam hadis Rasul ada orang Badui melihat hilal, ia tidak mengumumkan sendiri saya melihat hilal, tetapi melaporkan terlebih dahulu kepada rasul bahwa saya melihat hilal. Kemudian Rasul memverifikasi dari segi keimanannya dan dari segi benar dia melihat hilal. Kemudian Rasul menyatakan, 'Iya, hilal sudah terlihat dan besoknya atau mulai saat magrib sudah tanggal satu'. Jadi dari contoh Rasul, isbat diperlukan," katanya.

Thomas menjelaskan pemerintah mengadopsi penghitungan baru perihal penetapan bulan baru hijriah.

Berdasarkan hasil kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) pada 2021 lalu, kriteria hilal berubah menjadi ketinggian 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Baca Juga : Pemprov Sulsel dan BRIN Bahas Strategi Transformasi Digital Pemerintahan

"Masing-masing Kementerian Agama menandatangani, pada prinsipnya sepakat untuk menggunakan kriteria baru MABIMS. Kriteria lama yang biasa disebut kriteria 238, tinggi 2 derajat, elongasi 3 derajat atau umur bulan 8 jam itu per 8 Desember 2021 atau 1443 H disepakati diganti yaitu tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4," jelasnya.

"Sehingga diprakirakan walaupun secara hisab belum bisa dipastikan, itu pada tanggal 10 (Maret) magrib itu tidak ada hilal yang terlihat dan belum memiliki kriteria, sehingga awal Ramadan jatuhnya tanggal 12 (Maret 2024)," tutur dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer