MAKASSAR, PORTALMEDIA.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui peningkatan keterampilan berbasis kompetensi. Bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Koperasi dan UKM Sulsel menggelar Pelatihan Menjahit di Hotel Travellers Phinisi, Makassar, pada 22–25 Juli 2026.
Mengusung tema “Pemberdayaan Keterampilan Menjahit Melalui Penguasaan Pola dan Teknik Finishing”, pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan menjahit yang aplikatif sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru di sektor fesyen dan industri kreatif.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Eka Prasetya, S.Sos., M.M., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat.
“Kami di Dinas Koperasi dan UKM berkomitmen agar pelatihan ini tidak berhenti di ruang kelas saja. Sinergi bersama TP PKK menjadi pondasi penting untuk memastikan para peserta, khususnya kelompok rentan, memiliki bekal keterampilan yang dapat langsung diterapkan sebagai sumber penghasilan keluarga,” ujar Andi Eka Prasetya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina Sudirman menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga memiliki misi pemberdayaan sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan masyarakat, khususnya perempuan usia produktif, kelompok rentan, penyandang disabilitas, dan kelompok lainnya. Harapannya, keterampilan menjahit dapat menjadi bekal untuk mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga,” jelas Naoemi.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran perwakilan berbagai daerah di Sulawesi Selatan, salah satunya dari Kelurahan Kalebajeng, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Mereka mengikuti pelatihan untuk memperdalam penguasaan pola dasar hingga teknik penyelesaian (finishing) produk busana yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, para peserta juga akan memperoleh pendampingan pascapelatihan melalui UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Sulawesi Selatan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala UPT PLUT KUMKM Sulsel, Luqi Ubaidi Azis Halim, S.STP., M.Tr.A.P., mengatakan pihaknya siap mendampingi peserta agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“PLUT Sulsel siap menjadi rumah pendampingan bagi para alumni pelatihan ini. Kami akan mengawal mereka mulai dari pembentukan kelembagaan usaha, pengurusan legalitas, peningkatan kapasitas bisnis, hingga membantu memperluas akses pemasaran produk fesyen hasil karya mereka agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkap Luqi.
Melalui kolaborasi antara Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, TP PKK Sulsel, dan PLUT KUMKM Sulsel, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan pelaku UMKM baru yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
