0%
Senin, 11 Maret 2024 15:54

Airlangga Akhirnya Bocorkan Kapan BLT Rp 600 Ribu Cair

Editor : Redaksi
Airlangga Akhirnya Bocorkan Kapan BLT Rp 600 Ribu Cair
ist

Pemerintah memastikan, yang jelas BLT mitigasi risiko pangan yang diperkenalkan sejak awal tahun ini akan bisa cair pada semester I-2024. Namun, tetap belum ada kepastian tanggal resmi penyalurannya.

PORTALMEDIA.ID - Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp 600 ribu sebagai mitigasi risiko pangan kembali ditunda pencairannya. Mulanya, BLT dijanjikan akan disalurkan kepada masyarakat pada Februari 2024 atau saat masuk bulan Pilpres.


Lalu, mundur ke Maret 2024. Kini, diundur lagi dan dipatok sebelum lebaran yang jatuh pada April mendatang.

"Mungkin sebelum lebaran lah, jadi tunggu sidang isbat dulu," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dilansir CNBC, Senin (11/3/24).

Baca Juga : Pemerintah Perluas BLT ke 35,47 Juta Keluarga, Cair Pekan Depan


Sidang isbat sendiri sudah dilaksanakan pada Minggu (10/3) kemarin dengan hasilnya 1 Ramadan di Indonesia jatuh pada 12 Maret besok.

Pemerintah memastikan, yang jelas BLT mitigasi risiko pangan yang diperkenalkan sejak awal tahun ini akan bisa cair pada semester I-2024. Namun, tetap belum ada kepastian tanggal resmi penyalurannya.

"Yang jelas BLT mitigasi risiko pangan akan dilakukan di semester ini," tutur Ketua Umum Golkar itu.

Baca Juga : Pleno Golkar Sepakati Agus Gumiwang Jabat Plt Ketum

Sebagai informasi, saat pertama kali diperkenalkan, direncanakan akan dirapel atau diberikan sekaligus pada Februari 2024 sebesar Rp 600 ribu atau Rp 200 ribu per bulan. Namun hingga kini, BLT tak kunjung cair. Padahal BLT sudah dijanjikan sejak awal tahun.

BLT Mitigasi Risiko Pangan ini diperkenalkan Airlangga pada Januari 2024 lalu, selepas High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat. Target penerimanya adalah 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Anggaran untuk BLT Mitigasi Risiko Pangan telah ditetapkan Rp 11,25 triliun melalui pagu anggaran bansos di Kementerian Sosial. Peruntukannya berbeda dengan BLT dan bansos beras El-Nino yang ditujukan untuk 22 juta KPM.

Baca Juga : Penentuan Plt Ketum Golkar Digelar Malam Ini, Meutya Bilang Tidak Perlu Voting

Airlangga mengatakan penyaluran BLT menggunakan layanan PT Pos Indonesia. Hal ini dilakukan lantaran tarifnya yang lebih murah ketimbang menggunakan perbankan.

lPertama lebih murah. Jadi kalau cost lewat PT Pos sebarkan itu ongkosnya Rp 30 ribu, kalau melalui perbankan Rp 60 ribu. Kenapa 60 ribu? Karena harus cetak kartu, harus ada pendampingan untuk ke ATM, sehingga lebih tinggi," Airlangga menuturkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar