0%
Sabtu, 23 Maret 2024 09:14

ISIS Klaim Bertanggungjawab Penembakan Massal di Gedung Konser Moskow

Editor : Agung
IST
IST

Kelompok ISIS mengatakan para pejuangnya menyerang perkumpulan besar di pinggiran Moskow dan mundur ke pangkalan mereka dengan selamat.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sebanyak 40 tewas dan lebih dari 100 orang terluka, dalam penembakan massal di Crocus City Hall dekat ibu kota Moskow, Rusia, pada Jumat (22/3) waktu setempat.

Api dengan cepat menyebar ke seluruh gedung konser Crocus City di pinggiran Krasnogorsk utara Moskow, ketika asap memenuhi gedung dan membuat pengunjung berteriak-teriak bergegas menuju pintu darurat.

Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas kejadian ini. Kelompok ISIS mengatakan para pejuangnya menyerang "perkumpulan besar" di pinggiran Moskow dan "mundur ke pangkalan mereka dengan selamat".

Baca Juga : Iran Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi dengan Rusia dan Tiongkok, Isu Nuklir Jadi Fokus Utama

Menurut jurnalis kantor berita RIA Novosti di tempat kejadian, para penyerang mengenakan seragam kamuflase memasuki gedung, melepaskan tembakan dan melemparkan granat.

Alexei, seorang produser musik, hendak duduk di kursinya sebelum konser rock dimulai ketika dia mendengar suara tembakan dan "banyak jeritan".

"Saya segera menyadari bahwa itu adalah tembakan otomatis dan memahami bahwa kemungkinan besar ini adalah yang terburuk: serangan teroris," kata Alexei, dikutip dari AFP.

Baca Juga : Staf Desa di Gowa Ditembak, Pelaku Diduga Masih Kerabat

Dia mengungkapkan, saat orang-orang berlarian menuju pintu keluar darurat. "Terrjadi kerumunan yang mengerikan, penonton konser saling memanjat untuk keluar," ungkapnya.

Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko mengatakan 115 orang dirawat di rumah sakit, termasuk lima anak-anak, salah satunya berada dalam kondisi kritis. Dari 110 pasien dewasa, 60 diantaranya berada dalam kondisi serius.

Juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov mengungkapkan kepada kantor berita Rusia bahwa penyelidikan "teroris" telah dimulai oleh pihak berwenang dan Putin selalu menerima kabar terbaru.

Baca Juga : Medvedev Sebut Sejumlah Negara Siap Pasok Senjata Nuklir ke Iran, Peringatkan AS soal Perang Besar

Garda nasional Rusia mengatakan pihaknya berada di lokasi kejadian dan mencari pelakunya. Seorang reporter AFP melihat petugas polisi dengan anjing pelacak memeriksa kendaraan yang diparkir di sebelah gedung.

Potongan gambar dan saksi mata terus mengungkapkan berbagai fakta baru.

Dinas keamanan yang dikutip Interfax mengatakan antara dua dan lima orang yang mengenakan seragam taktis dan membawa senjata otomatis menembaki penjaga di pintu masuk dan kemudian mulai menembaki penonton.

Baca Juga : Pemerintah Desak Malaysia Usut Tuntas Insiden Penembakan WNI di Selangor

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan serangan itu adalah "serangan teroris berdarah".

"Seluruh komunitas internasional harus mengutuk kejahatan keji ini," katanya melalui Telegram.

Kepresidenan AS menyebut serangan itu "mengerikan" dan mengatakan tidak ada tanda-tanda adanya kaitan dengan konflik di Ukraina.

Baca Juga : WNI Ditembak di Perairan Malaysia, Satu Tewas

Kepresidenan Ukraina mengatakan Kyiv "tidak ada hubungannya" dengan serangan itu, sementara intelijen militernya menyebut insiden itu sebagai "provokasi" Rusia dan menuduh bahwa dinas khusus Moskow berada di belakangnya.

Legiun Kebebasan Rusia, milisi pro-Ukraina yang bertanggung jawab atas serangan di wilayah perbatasan Rusia, juga membantah terlibat dalam serangan tersebut.

Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev bersumpah di Telegram bahwa para pejabat tinggi Ukraina "harus ditemukan dan dimusnahkan dengan kejam sebagai teroris" jika mereka terkait dengan serangan tersebut.

Uni Eropa, Perancis, Spanyol dan Italia bergabung dengan beberapa negara yang mengutuk serangan tersebut, dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam "tindakan terorisme yang menjijikkan".

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan "solidaritasnya kepada para korban, orang-orang yang mereka cintai, dan seluruh rakyat Rusia".

Pemimpin gereja Ortodoks, Patriark Kirill, "berdoa untuk perdamaian bagi jiwa orang mati," kata juru bicaranya Vladimir Legoyda.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar