0%
Selasa, 02 April 2024 11:17

Kebijakan Restrukturisasi Covid-19 Berakhir, Debitur Bank Mandiri Kembali Normal

Editor : Agung
IST
IST

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyatakan nilai restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 telah mengalami penurunan  yang signifikan dan sebagian besar debitur telah memasuki tahap normalisasi. 

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan berakhirnya kebijakan stimulus restrukturisasi kredit perbankan untuk dampak Covid-19 pada 31 Maret 2024.

Merespons kebijakan tersebut, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyatakan nilai restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 telah mengalami penurunan  yang signifikan dan sebagian besar debitur telah memasuki tahap normalisasi. 

Corporate Secretary Bank Mandiri, Teuku Ali Usman, menjelaskan, kondisi usaha para debitur saat ini telah kembali dapat memenuhi kewajiban pembayaran kredit baik cicilan pokok maupun bunga.

Baca Juga : Penuhi Kebutuhan Transaksi Nataru, Bank Mandiri Siapkan Rp2,3 Triliun di Sulawesi dan Maluku

Pihaknya menilai, berakhirnya kebijakan stimulus restrukturisasi kredit perbankan dalam rangka penanganan Covid-19 ini, tentunya telah mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia yang telah pulih dari pandemi Covid-19 hampir di semua sektor. 

"Saat ini kondisi debitur terdampak Covid-19 telah mencapai soft landing, sebelum berakhirnya kebijakan stimulus restrukturisasi kredit oleh OJK." ujar Ali dalam keterangan resminya.

Adapun, sektor yang paling terdampak saat pandemi Covid-19 di Bank Mandiri antara lain sektor Pengangkutan dan Pergudangan dan Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum.

Baca Juga : Bank Mandiri Gelar Livin’ Fest 2025, Libatkan 160 UMKM dan Tawarkan Beragam Promo

Bank Mandiri, lanjut Ali, akan tetap memantau secara ketat kondisi usaha debitur melalui early warning signal, dan dapat memberikan restrukturisasi lanjutan apabila dibutuhkan. 

"Khusus untuk debitur yang mendapat restrukturisasi Covid-19 mayoritas sudah masuk ke level normal (sebelum pandemi). Hanya tersisa sedikit di sektor-sektor tertentu," ungkapnya.

Ali menyampaikan, pemberian insentif yang sudah diambil oleh Pemerintah dan OJK sudah tepat sehingga kondisi perekonomian relatif lebih cepat pulih.  Sejalan dengan kondisi usaha yang membaik, Bank Mandiri juga optimistis kinerja para debitur akan terus tumbuh.

Baca Juga : Dukung Kopdes Merah Putih, Bank Mandiri Hadirkan Layanan Keuangan Digital

"Di Bank Mandiri, Loan at Risk (LaR) sudah lebih rendah dibanding masa pandemi, ini menjadi indikator utama bahwa kita sudah siap tumbuh melampaui posisi sebelum Covid-19," jelasnya. 

Sebagai tambahan informasi, sampai dengan Desember 2023, NPL Bank Mandiri secara bank only, telah menurun mencapai 1,02% dengan NPL Coverage Ratio yang cukup memadai mencapai 384,36%.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar