PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Israel dan Iran kini di ambang perang setelah Israel menyerang Gedung Kedutaan Iran di Damaskus, Suriah, awal pekan lalu.
Serangan Israel itu menewaskan sejumlah orang, salah satunya adalah Brigadir Jenderal Mohammad Reza Zahedi.
Tewasnya Zahedi membuat Iran marah besar dan mengancam akan membalas serangan negara Zionis itu.
Baca Juga : Tak Gentar Ancaman Trump, Iran Nyatakan Siap Perang
Sementara itu, Israel kini tengah bersiap menghadapi potensi serangan balasan Iran.
Persiapan untuk merealisaikan ancaman untuk melancarkan serangan ke Israel telah mulai dilakukan oleh Iran.
Salah satunya barisan rudal Iran bergerak ke Syria yang merupakan salah satu negara sekutu dari Iran dan terletak bersebelahan dengan Israel.
Baca Juga : Iran Luncurkan Serangan Rudal ke Pangkalan AS di Qatar dan Irak
Terlihat barisan rudal Iran dari berbagai jenis bergerak dalam barisan konvoi yang sangat panjang menuju Syria setelah pimpinan tertinggi dan Presiden Iran menyetakan akan membalas serangan yang dilakukan oleh Israel pada Senin 1 April 2023 lalu.
Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mulai merekrut tentara cadangan untuk memperkuat pertahanan udara mereka.
Sebelumnya, Israel telah meningkatkan tingkat kewaspadaan di Israel utara dan di sekitar Kota Eliat.
Baca Juga : Pemimpin Iran Khamenei Ultimatum Israel-AS, Tegaskan Perang Dimulai
Para personel cadangan yang sudah pernah dikerahkan pada awal perang di Jalur Gaza dipanggil kembali.
IDF takut bahwa Iran akan berupaya menggunakan milisi Syiah di Irak, Yaman, Suriah, dan bahkan Lebanon.
Milisi itu bisa meluncurkan roket, rudal, dan pesawat nirawak ke wilayah Israel.
Baca Juga : Iran Bombardir Tel Aviv, Netanyahu dan Menhan Israel Ngumpet di Bunker
Di samping itu, Israel dikabarkan mulai mengevakuasi para staf kedutaan besarnya di seluruh dunia karena takut akan ancaman serangan balasan Iran.
Warga Israel juga dikabarkan mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi potensi serangan Iran.
Wakil Kepala Staf Presiden Iran untuk urusan politik, Mohammad Jamshidi, mengatakan bahwa Iran memperingatkan AS agar tidak terseret ke dalam perangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Baca Juga : Presiden Iran Pecat Wakilnya Karena Liburan Mewah ke Antartika
"Kami peringatkan AS agar tidak terseret ke dalam perangkap Netanyahu. AS harus minggir agar Anda tidak terkena dampaknya. Sebagai tanggapan, AS meminta Iran untuk tidak menyerang sasaran Amerika,” katanya di X, dilansir Bloomberg.
Berdasarkan laporan, Amerika Serikat kini dalam keadaan siaga dan sedang mempersiapkan untuk menghadapi ancaman dari Iran yang menyasar ke aset Israel atau Amerika di wilayah tersebut.
NBC, mengutip dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, mengatakan pemerintahan Presiden Joe Biden khawatir setiap serangan bisa terjadi di Israel, khususnya terhadap sasaran militer atau intelijen, bukan warga sipil.
Biden mengambil langkah dengan komunikasi langsung ke Iran bahwa AS tidak menyadari serangan di Damaskus itu akan terjadi. Adapun ini menunjukkan bahwa AS sedang berusaha mencegah terjadinya serangan terhadap pasukan dan pangkalannya di Timur Tengah.
Republik Islam mengatakan akan memberikan tamparan keras kepada Israel. Namun, masih belum jelas waktu tepatnya hal ini akan terjadi, baik Iran akan mencoba menyerang Israel secara langsung ataupun melalui salah satu kelompok proksinya seperti Hizbullah, yang berbasis di Lebanon.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News