PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Dalam lawatannya ke Makassar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan aset-aset daerah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel).
Beberapa aset milik Pemprov Sulsel masih akan diperiksa Selasa (16/8/2022) besok. Terkait hal ini, Direktorat Supervisi Wilayah IV KPK, Basuki Haryono sempat ditanyai oleh wartawan terkait pemeriksaan aset Stadion Mattoanging.
"Terkait ini, nah itu besok saja," ujar Basuki singkat, Senin (15/8/2022).
Baca Juga : KPK Siapkan Perluasan Desa Antikorupsi 2026 di 12 Provinsi, Sulsel Targetkan 21 Desa
Basuki menjelaskan, Senin hari ini, pihaknya telah melakukan kunjungan di Kawasan Center Poin of Indonesia (CPI) Makassar.
Dan selanjutnya, KPK mengagendakan akan memeriksa aset milik Pemprov Sulsel yang lain.
Ia menjelaskan, dalam Kordinasi Supervisi atau bidangnya di KPK, memang konsen dengan aset-aset Pemprov Sulsel.
Baca Juga : Dua Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Pernah Diendorse Jokowi
"Artinya dari segi pengelolaannya apakah bisa memberikan kontribusi kepada Pemprov sendiri. Jangan sampai aset itu justru malah terbengkalai atau tidak baik pengelolaannya, artinya memberikan kontribusi positiflah bagi pemprov. Makannya salah satunya dari DIMCPI kan ada Company Indikator Pencegahan," jelasnya.
Terkait Stadion Barombong yang dinilai mangkrak, Basuki mengatakan, akan melihat dulu kasusnya seperti apa. "Namun untuk Barombong sudah ada tim lain yang menangani, karena memang kita bagi tim," katanya.
"Intinya kedatangan kami (KPK) kita bagi-bagi tim, karena kan ada beberapa orang, tim saya sendiri bicara mengenai pengelolaan aset," lanjut Basuki.
Kunjungan Tiap 8 Bulan
Baca Juga : KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka dalam Konferensi Pers, Ikuti KUHAP Baru
Basuki juga menjelaskan kedatangan KPK Sulsel sifatnya mobile yang dilakukan tiap 8 bulan sekali.
"Kami sifatnya mengawasi, apa yang bisa kita liat. Kemudian evaluasi, apa yang bisa dilakukan oleh untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan lebih baik, apalagi pasca OTT kan di Pemprov, jadi pengawasan memang sangat diperlukan," tutup Basuki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News