0%
Selasa, 16 Agustus 2022 11:22

Workshop Moderasi Beragama Ajak Pemuda Waspada Radikalisme

Editor : Gita Oktaviola
Workshop Moderasi Beragama Ajak Pemuda Waspada Radikalisme
ist

Workshop Moderasi Beragama dianggap penting untuk mentransfer nilai-nilai beragama secara menyeluruh kepada pemuda untuk terhindar dari perspektif radikalisme

PORTALMEDIA.ID,MAKASSAR - Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Indonesia Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar workshop “Moderasi Beragama” di gedung Auditorium, Selasa (16/8).

Sebanyak 500 mahasiswa mengikuti workshop yang dihadiri oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda (Kemenpora) Prof Faisal Abdullah.

Saat menyampaikan pidato, Faisal memetakkan konsep modarasi beragama yang lahir dari persfektif radikalisme.

Baca Juga : 189 Orang Lolos Seleksi Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah, Dibekali Pengetahuan Psikologi Hingga Komunikasi Massa

“Kita sebagai umat beragama harus menepis hadirnya radikalisme yang sangat berpengaruh pada moderasi beragama,” ucapnya.

Mahasiswa katanya sebagai pemuda penerus nilai - nilai agama, harus mengembangkan pemahaman sesuai dengan syariat islam.

“Hadirnya radikalisme kan karena banyak masyarakat yang masih percaya pada ajaran orang terdahulu tanpa berlandaskan pada literasi atau dasar agama itu sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga : Menag Minta Sindikat Uang Palsu di UIN Makassar Dihukum Berat

Untuk menghadirkan persfektif selaras antar manusia tentang beragama. Anak muda membangun pemahaman yang setara dan menyeluruh tentang konsep beragama.

“Ini dilakukan agar tidak ada kekerasan yang terjadi dalam mempertahankan pamahaman masyarakat atau menjadi fanatik dalam menanamkan nilai - nilai beragama,” pungkasnya.

Sebab, hadirnya radikalisme ditengah masyarakat akan menjadi boomerang bagi lingkungan dan dunia sosial.

Baca Juga : Polisi Periksa Pengusaha dan Politisi Makassar Terkait Kasus Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin

“Bagus kalau mereka yang menjujung radikalisme dalam ranah organisasi, karena bisa dibubarkan atau diberantas. Tapi, kalau dia bersifat individu. Susah untuk dideteksi. Nah, ini yang berbahaya,” jelasnya.

Jika disandingkan dengan perspektif keberagaman tutur Faisal, akan melahirkan perbedaan dan disharmoni.

“Makanya, kita harus me-manage keberagaman. Dengan cara apa? Yah ini, kita mengunjungi beberapa daerah untuk membicarakan tentang moderasi beragama. Misalnya saat ini, yang hadir sekita 500 orang, sedikit-sedikit akan menjadi banyak dan sepaham,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar