0%
Sabtu, 25 Mei 2024 07:20

Rakernas PDIP, Megawati Klaim Sudah Tahu Pemilu 2024 Berlangsung Curang

Editor : Agung
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri

Mega berujar bahwa terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif saat Pemilu 2024.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bertanya kepada kadernya tentang adanya kecurangan dalam Pemilu 2024.

Mega berujar bahwa terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif saat Pemilu 2024. Hal itu disampaikan Megawati saat mengawali acara Rakernas V PDIP di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utara, Jumat (24/5/20245).

Mega mengatakan telah terjadi anomali yang misterius sehingga membuat PDIP kalah di Pilpres 2024.

Baca Juga : Megawati Resmi Tutup Rakernas I PDIP yang Hasilkan 21 Rekomendasi

"Nah akibat apa? Kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif yang disebut TSM," ujar Megawati dilansir dari Suara.com.

Presiden RI ke-5 itu kemudian bertanya kepada para kader PDIP yang hadir di lokasi. Betul atau tidak Pemilu 2024 sudah terjadi kecurangan TSM.

Loh kan pada diam to, kayak nggak berani, benar apa tidak?" tanya Megawati.

Baca Juga : PSI Berambisi Kuasai Basis PDIP, Hasto: Masih Terlalu Dini

"Hayo TSM nih ada apa tidak? Ya memang ada, saya tahu kok," timpal Megawati.

Megawati kemudian menyinggung KPU RI yang membantah telah terjadi kecurangan secara TSM.

"Kan semuanya pada mengatakan sepertinya tidak oh tidak, seperti KPU bilang, oh itu kan jujur, jurdil, jujur adil, luber, langsung, umum, bebas, rahasia. Padahal itu KPU loh yang ngomong," tutur Megawati.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, PDIP Ingatkan Kader Tidak Salah Gunakan Wewenang

Dalam kesempatan itu, Megawati mengatakan rasa hormat dan rasa sayangnya kepada Ketua Umum PPP Mardiono yang tak bisa hadir dalam Rakernas V PDIP. Mardiono diwakili oleh Waketum Rusli Efendi.

Lebih lanjut, Megawati bercerita soal PPP yang mengatakan tak bisa berkoalisi dengan PDIP karena tak lolos ke Senayan. Namun, Megawati mengatakan hal tersebut tak berlaku dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

"Boleh tanya ke Pak Mahfud, sistem kita presidensial bukan parlementer. Jadi sebetunya kita ini tidak ada koalisi lalu oposisi kan," kata Megawati.

Baca Juga : Rayakan HUT ke-53, PDIP Luncurkan Maskot Baru Banteng Barata

Lebih lanjut, Megawati mengatakan terima kasih karena PPP masih mau terus mendukung PDIP meski tidak dalam lingkaran jejeran DPR.

"Makanya itu yang ingin saya tekankan. Setelah Pemilu selesai, Pileg selesai, saya tanya kepada beliau beliau katanya masih terus mau ikut PDIP. Untuk itu saya ucapkan beribu-ribu terima kasih," kata Megawati.

"Karena sebetulnya harusnya begitulah tata krama di negara kita ini," Megawati menuturkan.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer