PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Agusmin menyebutkan, suhu dan cuaca di Sulawesi Selatan yang belakangan ini terasa sangat panas bukan akibat gelombang panas atau heatwave.
Namun Agusmin memastikan kondisi suhu dan cuaca panas yang kini melanda di berbagai wilayah Indonesia disebabkan karena berkurangnya tutupan awan sehingga suasana terasa lebih gerah.
"Dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah juga dapat menjadi penyebab suhu panas yang dirasakan masyarakat," ungkapnya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Tetapkan Status Siaga Cuaca, Munafri Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Suhu panas merupakan pertanda suatu wilayah akan memasuki musim kemarau dan ditandai dengan jarangnya mulai turun hujan. Di Makassar sendiri saat ini, suhu udara bisa mencapai 35-36 derajat celcius pada siang hari.
"Fenomena suhu panas seperti sekarang ini, lumrah terjadi di Indonesia. Ini merupakan siklus tahunan yang bukan hanya terjadi di Makassar tapi di berbagai wilayah Indonesia," lanjut Agusmin.
Suhu panas di Indonesia merupakan fenomena yang bersiklus terjadi setiap tahun sebagai akibat dari adanya gerak semu matahari dan kondisi cuaca cerah pada siang hari.
Baca Juga : BMKG Rilis Prospek Cuaca 19-25 Desember 2025, Bibit Siklon Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang
Agusmin juga menyebut lewat pemantaunnya sebagian wilayah Indonesia mengalami suhu dan cuaca panas dengan kondisi di mana suhu udara meningkat akibat pemanasan matahari langsung.
"Terpantau sudah sebagian wilayah indonesia salah satunya indonesia bagian selatan mengalami kondisi demikian," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News