PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Peningkatan penjualan hewan kurban sepekan jelang Idul Adha mulai dirasakan oleh sejumlah pedagang di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Salah satu pedagang sapi kurban Sahar Daeng Rate (47) mengungkapkan dirinya telah menjual lebih dari 20 ekor sapi sejak sepekan terakhir.
Menurut Daeng Rate, sapi yang paling banyak peminatnya adalah jenis sapi Simental dan sapi Bali dengan kisaran harga mulai dari belasan hingga puluhan juta.
"Kalau bos-bos yang berduit paling suka beli sapi lokal karena besar dan unik. Kalau yang lainnya biasanya sapi Bali banyak juga yang suka," ungkap Daeng Rate.
Dia mengungkapkan harga tergantung jenis, bobot, dan kondisi sapi. Sapi dengan bobot 300 kg, dibanderol dengan harga Rp55 juta. Sapi bobot 400 kg seharga Rp75 juta hingga Rp80juta per ekor. Dan sapi bobot 70 kg seharga Rp14 juta hingga Rp15 juta per ekor.
Sapi-sapi yang dijual tersebut pun sebelumnya sudah melalui pemeriksaan oleh tim kesehatan hewan, sehingga dipastikan semua sapi yang dijual dalam kondisi sehat.
"Sapi-sapi juga rutin dicek kesehatan seperti disuntik vitamin. Jadi tidak sembarangan membeli sapi lain di luar daerah. Ada juga sapi-sapi yang diternakkan di Malino, Kabupaten Gowa," tukas Daeng Rate.
Senada dengan hal itu, Direktur Operasional Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan Kota Makassar, Wahyudin Kasim juga memastikan semua sapi kurban yang terjual dalam kondisi sehat.
"Sapi yang masuk sudah dilakukan pemeriksaan, dilengkapi dengan barcode yang ada di telinga. Jika kita scan itu barcode akan terbaca berat sapi, terus umur terus asal sapi," ungkap Wahyudin.
Dia pun meyakinkan masyarakat, agar tidak ragu memotong hewan kurbannya di RPH. Pasalnya, sudah ada berbagai fasilias halal yang dibuktikan dengan sertifikasi halal.
"Kami juga dibekali dengan para pemotong yang memang sudah terakreditasi. Sudah ditangani langsung oleh dari Dinas Perikanan dan Pertanian yang yang memang ahli di bidang pemotongan hewan," pungkas Wahyudin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
