0%
Kamis, 13 Juni 2024 16:27

Bahas Situasi Gaza hingga Kerja Sama Ekonomi, Prabowo Bertemu MBS di Jeddah

Editor : Agung
Prabowo Subianto bertemu dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) di Jeddah, Rabu, 12 Juni 2024. (Kemenhan)
Prabowo Subianto bertemu dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) di Jeddah, Rabu, 12 Juni 2024. (Kemenhan)

Arab Saudi bagi Indonesia merupakan mitra utama dalam dialog dan penyelesaian isu-isu kawasan dan global

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Presiden terpilih Prabowo Subianto bertemu dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) di Jeddah, Rabu (12/06/2024) waktu setempat.

Di tengah pertemuan kedua tokoh tersebut yang difokuskan pada situasi di Gaza, peningkatan kerja sama dan investasi Indonesia dan Arab Saudi juga menjadi pembicaraan Prabowo dan MBS.

"Arab Saudi bagi Indonesia merupakan mitra utama dalam dialog dan penyelesaian isu-isu kawasan dan global," ujar Prabowo dalam keterangannya, dikutip Kamis (13/06/2024).

Baca Juga : Situasi Dalam Negeri Memanas, Prabowo Batalkan ke China

"Saya telah menyaksikan keteguhan Yang Mulia dalam menegaskan kepemimpinan Arab Saudi di kawasan dan sekitarnya, termasuk dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas untuk saudara-saudara kita di Palestina. Isu Palestina sangat dekat dengan hati kita," jelasnya.

Menurut pernyataan pers yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Indonesia, Pangeran Mahkota MBS dilaporkan mengatakan kepada Prabowo bahwa Indonesia telah menjadi "rumah kedua" bagi Arab Saudi.

“Pangeran Mahkota menyoroti perlunya meningkatkan kerja sama ekonomi dan investasi dengan Indonesia,” bunyi pernyataan pers tersebut.

Baca Juga : Prabowo Ungkap Temuan Gas Raksasa di Aceh, Diklaim Melebihi Arab Saudi dan Amerika

Prabowo yang juga menjabat sebagai menteri pertahanan juga berharap kerja sama perdagangan yang lebih besar antara Indonesia dan Arab Saudi. Prabowo juga menyebut peralatan pertahanan sebagai pendorong potensial perdagangan.

“Prabowo mendorong kedua negara untuk terus bekerja sama meningkatkan perdagangan dengan menjajaki peluang baru, termasuk memperluas potensi perdagangan produk industri pertahanan, teknologi pertanian, industri halal, dan industri kreatif,” tambah pernyataan pers tersebut.

Arab Saudi awal tahun ini memberikan kuota haji tambahan sebanyak 20.000 orang kepada Indonesia. Hal itu membuat Indonesia dapat mengirimkan total 241.000 jemaah haji ke kota suci Mekkah tahun ini.

Baca Juga : AS dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Pertahanan Terbesar, Picu Sorotan Global

Meski demikian, kerja sama ekonomi Indonesia dan Arab Saudi masih jauh dari strategis. Indonesia hanya menarik penanaman modal asing (foreign direct investment atau FDI) dari Arab Saudi senilai US$ 600.000 pada kuartal pertama 2024. Hal ini menempatkan Arab Saudi hanya di peringkat ke-73 sebagai sumber FDI bagi Indonesia.

Ketidakhadiran investasi dari Timur Tengah sebelumnya juga menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Awal tahun ini, Pradana Indraputra, penasihat khusus di Kementerian Investasi, menyoroti tidak banyak investor dari Timur Tengah yang melakukan investasi di Indonesia.

Menurut Pradana, investor dari Timur Tengah biasanya lebih suka investasi brownfield atau mengakuisisi perusahaan yang sudah ada dari pada memulai dari awal.

Baca Juga : Prabowo Utus Jokowi Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus

Perdagangan Indonesia-Arab Saudi turun dari US$ 7,5 miliar pada 2022 menjadi US$ 6,1 miliar pada 2023. Indonesia juga mengalami defisit perdagangan sekitar US$ 2 miliar, menurut data Kementerian Perdagangan.

Sepanjang 2023, ekspor Indonesia sebagian besar dikirim ke China yang menyumbang 25,7% dari pangsa tujuan ekspor. Diikuti oleh AS (9,57%) dan India (8,35%).(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar