Gejala utama flu tomat yang diamati pada anak-anak yang mengalaminya mirip dengan chikungunya, meliputi demam tinggi, ruam, dan nyeri hebat pada persendian.
Penanganan Flu Tomat
Infeksi virus langka ini merupakan penyakit endemik yang dianggap tidak mengancam jiwa. Namun, menilik pada penanganan pandemi COVID-19, tentunya diperlukan manajemen yang baik untuk mencegah wabah lebih lanjut terkait penyakit ini.
Penanganan flu tomat ini yaitu dengan wajib mengikuti isolasi untuk mencegah berjangkitnya virus flu tomat dari Kerala ke bagian lain India. Isolasi harus diikuti selama 5-7 hari sejak timbulnya gejala untuk mencegah penyebaran infeksi ke anak-anak lain atau orang dewasa.
Baca Juga : Kasus Covid-19 Meningkat, Kemenkes Imbau Jemaah Haji Waspada dan Jaga Kesehatan
Selain itu, solusi terbaik untuk pencegahan flu tomat adalah pemeliharaan kebersihan dan sanitasi yang layak dari kebutuhan dan lingkungan sekitar serta mencegah anak yang terinfeksi dari berbagi mainan, pakaian, makanan, atau barang-barang lainnya dengan anak lain yang tidak terinfeksi.
Penggunaan obat-obatan dan vaksinasi adalah salah satu pendekatan yang paling manjur dan hemat biaya untuk memastikan keamanan kesehatan masyarakat dari infeksi virus ini, terutama pada anak-anak, orang tua, orang dengan gangguan kekebalan, dan mereka yang memiliki masalah kesehatan yang mendasarinya.
Sampai saat ini, tidak ada obat antivirus atau vaksin yang tersedia untuk pengobatan atau pencegahan flu tomat. Tindak lanjut dan pemantauan lebih lanjut untuk hasil dan gejala sisa yang serius diperlukan untuk lebih memahami perlunya perawatan potensial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News