0%
Rabu, 07 Agustus 2024 08:50

Adira Finance Catat Pertumbuhan 15% di Segmen Non-Otomotif

Editor : Kimel
Adira Finance Catat Pertumbuhan 15% di Segmen Non-Otomotif
ist

Sepanjang semester pertama tahun 2024, pembiayaan baru di segmen non-otomotif Adira Finance tumbuh 15% secara tahunan mencapai Rp4,0 triliun.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Industri otomotif Indonesia tengah menghadapi tantangan berat akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi. Penjualan mobil baru tercatat turun 14% secara tahunan menjadi 432 ribu unit pada semester pertama 2024.

Hal ini disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat akibat inflasi yang tinggi, suku bunga yang masih tinggi, dan pelemahan nilai tukar Rupiah. Berbeda dengan penjualan mobil, penjualan sepeda motor masih relatif stabil di angka 3 juta unit.

"Seiring dengan melesunya industri otomotif di sepanjang semester pertama 2024, Adira Finance mencatatkan pembiayaan baru sedikit mengalami penurunan sebesar 2% menjadi Rp20 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, piutang pembiayaan yang dikelola Perusahaan (termasuk pembiayaan bersama) mengalami pertumbuhan sebesar 15% y/y menjadi 58,4 triliun." Ujar Dewa Made Susila, Presiden Direktur.

Menanggapi kondisi tersebut, Adira Finance selaku perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia terus berupaya mendorong pertumbuhan bisnis dengan mengalihkan fokusnya ke segmen non-otomotif, seperti pembiayaan multiguna, untuk menjaga kinerja keuangan.

Sepanjang semester pertama tahun 2024, pembiayaan baru di segmen non-otomotif Adira Finance tumbuh 15% secara tahunan mencapai Rp4,0 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari pembiayaan multiguna.

Selain itu, pembiayaan syariah juga mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan, mencapai Rp4,3 triliun atau 22% dari total pembiayaan baru.

Untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan syariah, Adira Finance akan terus memperluas jaringan distribusi, terutama di komunitas syariah, serta meningkatkan pemasaran produk syariah seperti produk (Adira Multi Dana Syariah) AMANAH.

"Secara regional, pembiayaan baru Adira Finance wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampapua) hingga Juni 2024 tercatat mencapai Rp2,8 triliun atau mewakili sekitar 14% dari total pembiayaan baru Adira Finance. Segmen mobil berkontribusi sebesar 59% dari total pembiayaan baru di Sulampapua, diikuti oleh segmen sepeda motor sebesar 21%, dan segmen non-otomotif sebesar 20%." Ujar Yoppy Edyson Tulalo dan Irfan Budianti Kawil Sulampapua.

Selain fokus pada pembiayaan non-otomotif, Adira Finance juga aktif mendukung transisi energi bersih di Indonesia. Perusahaan terus mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik (EV) baik roda dua maupun roda empat.

Sepanjang semester pertama tahun 2024, pembiayaan kendaraan listrik Adira Finance tercatat meningkat signifikan mencapai Rp178 miliar. Hal ini menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik yang semakin ramah lingkungan.

Untuk memperluas jangkauan pembiayaan kendaraan listrik, Adira Finance menjalin kerja sama dengan berbagai merek dan dealer kendaraan listrik.

Bersamaan dengan fokus pada kendaraan listrik, Adira Finance juga terus memperluas jaringan bisnisnya secara selektif. Hingga akhir Juni 2024, perusahaan telah memiliki 476 jaringan bisnis di seluruh Indonesia, termasuk cabang syariah.

Di sisi lain, perusahaan juga gencar melakukan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pelanggan. Platform digital seperti Adiraku, momobil.id, momotor.id, dan dicicilaja.com terus dioptimalkan untuk memudahkan pelanggan dalam mengajukan dan mengelola pembiayaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar

Populer