0%
Jumat, 04 September 2026 21:01

Zulhas Ancam Pecat Petugas Dapur MBG yang Lalai, Kasus Keracunan Terus Meluas

Editor : Agung
Zulhas Ancam Pecat Petugas Dapur MBG yang Lalai, Kasus Keracunan Terus Meluas
ist

Ancaman sanksi berat, termasuk pemecatan, disampaikan Zulhas di tengah maraknya laporan dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi menu MBG di sejumlah daerah.

JAKARTA, PORTALMEDIA.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lalai dalam mengelola dan mendistribusikan makanan.

Ancaman sanksi berat, termasuk pemecatan, disampaikan Zulhas di tengah maraknya laporan dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi menu MBG di sejumlah daerah.

Wilayah yang melaporkan kejadian tersebut antara lain Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Barat.

Zulhas menyoroti persoalan waktu antara makanan selesai dimasak hingga diterima dan dikonsumsi para siswa. Menurutnya, makanan yang telah dimasak pada pagi hari harus segera didistribusikan agar tetap aman dikonsumsi.

“Tidak boleh ada toleransi kepada petugas yang tidak bertanggung jawab. Itu kan makan dimasak jam setengah enam, jam enam (pagi), harusnya dimakan jam 10.00, jam 11.00. Dikirimnya jam 11.00,” ujar Zulhas di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

Ia menegaskan, petugas yang terbukti lalai akan dikenai sanksi tegas.

“Tegas, ya dipecat. Kalau yang sengaja, ya ditindak,” tegasnya.

Ratusan Korban Dilaporkan di Sejumlah Daerah

Kasus gangguan kesehatan setelah konsumsi makanan MBG dalam sepekan terakhir dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah.

Di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, jumlah pasien yang mengalami keluhan kesehatan mencapai 746 orang. Mereka terdiri dari santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan pelajar dari 19 sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Lakhsmita Herawati, mengatakan sebagian besar korban telah mendapatkan penanganan medis.

“Update korban keracunan makanan Ponpes Manbaul Hikam yang merasakan keluhan dan mendapatkan perawatan medis di fasyankes, total ada 746 pasien,” jelas Lakhsmita. Dari jumlah tersebut, 23 orang masih menjalani rawat inap.

Sementara di Sulawesi Selatan, sebanyak 136 pelajar SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale, Tana Toraja, dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis setelah menyantap menu MBG.

Kasus serupa juga dilaporkan di beberapa daerah lainnya:

  • Rembang, Jawa Tengah: 725 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem mengalami diare massal setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (2/9/2026).
  • Agam, Sumatera Barat: 334 orang dilaporkan mendapatkan perawatan setelah menyantap makanan program MBG pada Senin (31/8/2026).
  • Nganjuk, Jawa Timur: sekitar 100 siswa SMAN 3 Nganjuk dan sejumlah pelajar SD mengalami keluhan kesehatan serupa.

BGN Soroti Distribusi Lebih dari Empat Jam

Badan Gizi Nasional (BGN) turut menyoroti persoalan ketepatan waktu distribusi makanan.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan makanan MBG yang diproduksi tanpa bahan pengawet memiliki risiko mengalami penurunan kualitas apabila terlalu lama berada di suhu ruang.

Menurutnya, proses dari makanan selesai dimasak hingga dibagikan seharusnya tidak berlangsung terlalu lama.

“Seharusnya itu loading 4 jam selesai dari masak langsung dibagikan. Tapi, faktanya di lapangan lebih dari 4 jam,” ujar Ketut.

Atas temuan kasus di Sidoarjo, BGN menjatuhkan sanksi suspensi operasional selama 30 hari terhadap SPPG yang bersangkutan. Investigasi dilakukan bersama dinas kesehatan setempat untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional MBG kini tengah dilakukan secara nasional.

Adapun terkait kemungkinan adanya pelanggaran pidana, Sudaryono menyerahkan proses tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Pidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat penegak hukum,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar