
Sehingga, dengan maraknya kasus LGBT ini, Wita meminta pemerintah bersama sejumlah stakeholder terkait, cepat turun tangan mengambil tindakan tegas dengan cara merangkul para pelaku LGBT yang sebenarnya juga adalah korban dari kesenjangan masyarakat.
"Mereka ini (pelaku LGBT) juga adalah korban. Tapi mereka tidak berani speak up karena tidak ada telinga yang mau mendengarkan. Jika pemerintah paham akan hal ini, perlahan tapi pasti insyaallah para pelaku LGBT akan kembali ke jalan yang benar. Mereka tidak akan jadi abu-abu seperti sekarang dan traumanya akan hilang".
Baca Juga : Wali Kota Makassar Jamu Peserta Simposium Internasional Kelautan dan Perikanan lewat Gala Dinner
"Intinya pemerintah harus care dengan memfasilitasi pendampingan, seperti rutin menggelar pertemuan antara kaum LGBT dengan psikolog, serta para ahli di bidang sex menyimpang,"ucap Wita.
Sementara bagi pelaku yang melahirkan korban baru, Wita meminta pemerintah memberikan teguran keras seperti memberi hukuman sosial dan penjara. Dengan memberikan hukuman seberat-beratnya tentu membuat pelaku LGBT takut mengulangi perbuatannya.
"Kan di luar sana sebenarnya banyak orang yang sengaja mencari korban untuk ditarik jadi seperti mereka, agar kelompoknya semakin banyak sehingga mudah memengaruhi masyarakat,"ucap Wita.
Baca Juga : PKL Barombong Ditertibkan, Andi Tenri UjI Tagih Janji Relokasi dan Pembangunan Pasar ke Pemkot Makassar
Diperlukan Peran Orang Tua
Owner Madeena Scarves ini juga mengaku, sering menanyakan kepada anaknya terkait lingkup pergaulannya di sekolah.
Menurutnya, komunikasi intens dan pendekatan dari hati ke hati antara orang tua dan anak perlu dilakukan demi menjaga keterbukaan anak kepada orangtuanya.
Baca Juga : Sosper Perda No.1 Tahun 2016, Andi Tenri Uji Minta Masyarakat Tak Cemari Lingkungan
"Saya selalu menanyakan ke anak-anak setiap pulang sekolah, dengan siapa mereka bermain, siapa yang pegang-pegang mereka, apa saja yang mereka lakukan di sekolah".
"Selain menjaga kedekatan saya dengan mereka, juga sebagai bentuk keterbukaan mereka kepada saya (orangtua) jika ada hal-hal menyimpang di luar dari kebiasaan mereka (anak-anak saya),"ungkap Wita.
Olehnya, Wita berharap orangtua bisa mengambil perannya masing-masing untuk menjaga anak-anak mereka dari pengaruh lingkungan negatif, seperti LGBT dan sebagainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
