0%
Rabu, 07 Agustus 2024 16:46

Jelang Jokowi Turun Takhta, Menko Luhut Ingatkan Para Menteri Tak Berkhianat

Editor : Alif
Jelang Jokowi Turun Takhta, Menko Luhut Ingatkan Para Menteri Tak Berkhianat
ist

Luhut menyebut kebijakan berani yang diambil Jokowi itu akan menjadi warisan dan landasan bagi bangsa Indonesia ke depan terkait hilirisasi dan industrialisasi dalam negeri.

PORTALMEDIA.ID - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju untuk terus bekerja keras menuntaskan tugas serta menjaga kredibilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum diganti Prabowo Subianto.

Luhut juga mengingatkan tidak ada menteri yang mengkhianati Jokowi, terutama atas segala peraturan yang sudah diterbitkan presiden. Khususnya; aturan pelarangan ekspor bijih nikel yang berlaku sejak 1 Januari 2020 lalu.

"Kita semua pembantunya harus bahu-membahu melakukan ini, dan saling mengingatkan untuk kita tidak mengkhianati ketentuan atau kredibilitas yang sudah dibuat bapak presiden," kata Luhut dalam acara peresmian pabrik bahan Anoda Baterai Litium di Kendal, Jawa Tengah, Rabu (7/8/2024).

Baca Juga : Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Pihak Ajudan Sebut Jokowi Tak Terima Undangan

Luhut menyebut kebijakan berani yang diambil Jokowi itu akan menjadi warisan dan landasan bagi bangsa Indonesia ke depan terkait hilirisasi dan industrialisasi dalam negeri.

Ia pun meyakini kebijakan itu akan terus dikenang lantaran menjadi dasar untuk Indonesia menjadi negara industrialisasi yang tidak hanya pengekspor bahan mentah.

"Tidak ada orang anggap enteng lagi Indonesia, bahwa Indonesia ini bisa diatur-atur oleh siapapun. Indonesia negara besar, negara yang punya karakter, negara yang bisa mengatakan ya, dan negara yang bisa mengatakan tidak," kata dia.

Baca Juga : Jokowi Pakai Passapu di Rakernas PSI

Luhut kemudian kembali mengenang bagaimana langkah berani Jokowi memutuskan untuk menghentikan ekspor mentah nikel yang kemudian mendapatkan kontra dari banyak pihak.

Adapun nilai perdagangan yang diraih Indonesia dari ekspor produk tersebut hanya sekitar US$1,5 miliar. Namun setelah larangan ekspor berlaku dan nikel diolah di dalam negeri, nilai ekspor dari bahan mentah itu melonjak. Luhut menyebut kini nilainya menjadi lebih dari US$30 miliar.

"Tapi sekarang buahnya kita lihat pak, kita disegani, kita dihormati, dan teknologi kita tambah bagus, dan ekspor kita akan meningkat. Saya yakin dalam kurun waktu tidak lama ekspor kita dalam turunan hilirisasi akan meningkat sangat signifikan," ujar Luhut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar

Populer