PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Petisi tolak Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Change.org yang sempat ramai kini telah dihapus.
Pantauan portalmedia, tautan akan mengarahkan ke halaman yang tidak ditemukan, dengan tulisan "Petisi ini tidak tersedia. Baik URL salah atau melanggar Pedoman Komunitas kami, atau penggagas petisi menghapusnya".
Diketahui petisi ini muncul menyusul video viral mahasiswa baru (Maba) Unhas yang dikeluarkan dari forum karena setelah mengaku m non-biner atau gender netral.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Jamu Peserta Simposium Internasional Kelautan dan Perikanan lewat Gala Dinner
Sebelumnya Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa menilai hadirnya petisi ini hanya memperkeruh suasana. Padahal pihak kampus telah menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan alias damai.
"Yah sudahlah hentikan itu, kita juga tidak membangun yah, kan NKRI punya aturan. Kita ikut apapun aturan negara kita ," ujarnya saat ditemui portalmedia.id di lantai 8 ruang rektor. Senin (22/8/2022).
Rektor juga masih memberikan ruang bagi korban perundungan tersebut untuk menempuh jenjang pendidikan di Unhas sebagai mahasiswa baru.
Baca Juga : Mahasiswa Unhas Gagas "Megapolis Water Sensitive" untuk Atasi Krisis Air dan Banjir Perkotaan
"Mahasiswa tetap kuliah dan diberi ruang pendidikan. Terlepas masalah gendernya," kata Jamaluddin.
Diketahui sebelumnya, muncul petisi online di Change.org penolakan terhadap kelompok LGBT di lingkungan Kampus Unhas Makassar.
Pantauan redaksi Portalmedia.ID, di Change.org, Minggu (21/8/2022) sekira pukul 20.00 WITA, petisi digital telah ditandatangani hampir 1855 dan dibuat sekitar pukul 10.00 WITA, pagi. Sementara penggagas petisi belum diketahui identitasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

