0%
Senin, 16 September 2024 15:44

Cerita Komarudin Watubun Dulu Jokowi Maju Pilkada Berkat Patungan Kader PDIP

Editor : Alif
Cerita Komarudin Watubun Dulu Jokowi Maju Pilkada Berkat Patungan Kader PDIP
ist

Komar menyebut Jokowi dulu ketika masuk Jakarta, tidak punya modal alias tak punya duit.

PORTALMEDIA.ID - Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP, Komarudin Watubun bercerita bagaimana perjuangan partainya membesarkan nama Presiden Joko Widodo namun diakhir periodenya berkhianat.

Komar pun mengingatkan kepada kepada para bakal calon kepala daerah dari PDIP untuk tidak menjadi penghianat.

Komar menyebut Jokowi dulu ketika masuk Jakarta, tidak punya modal alias tak punya duit.

Baca Juga : Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Pihak Ajudan Sebut Jokowi Tak Terima Undangan

"Jokowi yang jadi penghianat kepada PDI Perjuangan, Jokowi dulu masuk Jakarta bukan siapa-siapanya. Saya menceritakan itu bukan bagian dari saya memfitnah karena kami sudah membuat dia Jokowi jadi manusia," katanya pada Rapat Kerja Daerah Khusus PDIP Provinsi Maluku di Suli, Maluku Tengah, Minggu (15/9/2024).

Komar mengklaim PDIP yang membesarkan nama Jokowi. Saat ke Jakarta, kata dia, Jokowi datang dengan modal pas-pasan. Tak hanya itu, Komar menuturkan Jokowi sempat mendapat penolakan dan tidak didukung warga Jakarta.

"Jokowi ke Jakarta itu orang semua pergi, tidak ada yang dukung Jokowi itu, yang dukung Jokowi hari itu hanya Gerindra dan PDI Perjuangan, sampai titik terakhir baru tarik Ahok masuk," imbuh dia.

Baca Juga : Jokowi Pakai Passapu di Rakernas PSI

Karena Jokowi tidak punya duit, Komar yang saat itu memimpin Rapat Kerja Daerah PDI Perjuangan DKI Jakarta, mengklaim mengeluarkan duit dari kantong pribadinya senilai Rp10 juta.

Peserta Rapat Kerja Daerah PDIP DKI Jakarta pun ramai-ramai berpatungan. Dari hasil patungan tersebut duit yang berhasil terkumpul sebanyak Rp1 miliar lebih.

Lebih lanjut ia berkata, duit yang berhasil terkumpul dijadikan sebagai modal awal untuk Jokowi maju di Pilkada Jakarta berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Baca Juga : Puan Tegaskan Peran PDIP sebagai Penyeimbang yang Berpihak pada Rakyat

"Waktu itu saya punya uang Rp10 juta di kantong, saya cabut, saya taruh di atas meja, saya nyanyikan lagu maju tak gentar, lalu kita patungan untuk modal pertama Jokowi masuk Jakarta karena Jokowi tidak punya uang waktu itu," ucapnya.

Atas dasar itu, Komar lantas meminta bakal calon kepala daerah dari PDIP yang menghadiri Rapat Kerja Daerah Khusus PDIP Provinsi Maluku untuk tidak menjadi penghianat.

Komar mengklaim PDIP sudah terbiasa dikhianati, PDIP pun sempat ditinggal sendiri. Ia bilang salah satu potensi berbahaya PDIP kalah Pilkada 2024 ketika kader mengkhianati dan tidak bersatu.

Baca Juga : PDIP Gelar Rakernas I Bertepatan HUT ke-53 pada 10–12 Januari

"Jadi kalau keadaan begini sudah biasa bagi PDIP, yang berbahaya ada saudara-saudara tidak bersatu, tapi sepanjang saudara-saudara bersatu karena merasa kita dipersatukan oleh ideologi partai ini pasti menang," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar