0%
Kamis, 25 Agustus 2022 12:16

Sidang MKD, Mahfud MD Jelaskan Skenario Alibi Ferdy Sambo, Termasuk Telpon Anggota DPR

Editor : Azis Kuba
Sidang MKD, Mahfud MD Jelaskan Skenario Alibi Ferdy Sambo, Termasuk Telpon Anggota DPR
ist

Mahfud MD telah memberikan klarifikasi kepada Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI terkait pernyataan tersebut

PORTALMEDIA.ID -- Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) yang juga Ketua Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas, Mahfud MD telah memberikan klarifikasi kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI terkait adanya anggota DPR yang dihubungi mantan Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.

MKD menggelar sidang khusus untuk mengklarifikasi terkait pernyataan Mahfud MD tersebut, pada Kamis (25/8/2022).

"Jadi MKD melaksanakan tugasnya untuk mengumpulkan informasi. Apakah betul ada anggota DPR yang dihubungi oleh Pak Sambo dalam kasus ini. Klarifikasi itu minta informasinya dari saya," kata Mahfud di Gedung DPR.

Baca Juga : Mahfud MD Soroti Campur Tangan Politik dalam Reformasi Pelayanan Polri

Karena, Mahfud mengaku sempat mengatakan Ferdy Sambo membuat prakondisi agar orang-orang percaya bahwa terjadi tembak menembak di rumah dinasnya pada Jumat, 8 Juli 2022.

Kemudian, kata dia, Ferdy Sambo menyampaikan bahwa yang menembak atau membunuh Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat itu Bharada E atau Richard Eliezer.

"Jadi Pak Sambo membuat kondisi seperti itu menghubungi semua orang agar percaya," ujarnya.

Baca Juga : Serap Aspirasi di Makassar, Komisi Reformasi Polri Catat Keluhan soal Pemerasan hingga Politik

Namun, Mahfud tidak menyebut siapa nama anggota DPR yang dihubungi oleh Ferdy Sambo pasca kematian Brigadir J. Menurut dia, Sambo menghubungi anggota DPR pada Senin, 11 Juli 2022. Artinya, setelah peristiwa kematian.

Siapa anggota tersebut, Mahfud enggan memberi tahu. Apalagi saat itu, dia sempat menghubunginya tetapi tidak diangkat. Mahfud menilai, tidak ada kesalahan dengan menghubungi pihak-pihak termasuk anggota DPR. Karena menurutnya, di telepon bukanlah tindak pidana.

"Sudah saya jawab tadi, nggak perlu. Itu dilakukan oleh Sambo hari Senin, 11. Bukan dalam rangka perencanaan pembunuhan, tapi sudah terbunuh. Tapi mau membuat alibi, atau skenario alibi yang salah," jelas dia.

Baca Juga : Mahfud MD Setuju Masuk Komite Reformasi Kepolisian

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer