0%
Sabtu, 26 Oktober 2024 08:22

Menteri Pendidikan Mu'ti: Jangan Sampai Anak Nyanyi Lagu Patah Hati

Editor : Agung
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti

Jangan sampai anak-anak kita nyanyi lagu patah hati atau lagu-lagu dewasa di PAUD

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti ingin agar lagu-lagu anak yang lebih edukatif dikembangkan untuk digunakan di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD). Ia mengatakan sekolah kini kekurangan lagu anak-anak.

"Kita kekurangan lagu-lagu anak yang mendidik. Jangan sampai anak-anak kita nyanyi lagu patah hati atau lagu-lagu dewasa di PAUD," kata Mu'ti dalam sebuah keterangan yang telah dikonfirmasi oleh Wamendikdasmen Atip Latipulhayat.

Mu'ti juga menyampaikan beberapa arahan, seperti larangan merokok di seluruh area kantor Kemendikdasmen, termasuk di kawasan kantin. Ini untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.

Baca Juga : Mendikdasmen: Putusan MK Tak Serta Merta Gratiskan Pendidikan Swasta

"Di lembaga pendidikan itu tidak boleh merokok, jadi di kantor Kementerian Pendidikan juga tidak boleh merokok," kata dia dilansir dari CNN Indonesia.

Untuk kegiatan Keagamaan, Mu'ti meminta kegiatan keagamaan di kementerian dilakukan dengan penceramah yang pro terhadap NKRI dan moderat.

"Jangan sampai ada penceramah yang menyampaikan hal-hal yang menolak Pancasila atau mengajarkan radikalisme," kata dia.

Baca Juga : Kemendikdasmen Terapkan Kebijakan Baru dalam SPMB 2025 untuk Sesuaikan Daya Tampung Sekolah

Ia juga berbicara tentang pengembangan senam nasional yang bisa dilakukan di sekolah-sekolah, yaitu 'Senam Indonesia Maju'. Baginya, upaya ini untuk menciptakan generasi yang sehat.

Dalam pertemuan bersama Wamendikdasmen Atip Latipulhayat dan Fajar Riza Ul Haq bersama jajaran Kemendikdasmen, Mu'ti enggan dipanggil oleh jajarannya dengan sebutan 'Pak Menteri' dan lebih senang dipanggil 'Pak Mu'ti di Kementerian Dikdasmen.

"Panggil saja Pak Mu'ti, lebih enak daripada Pak Menteri. Kita ingin membangun relasi yang tidak terlalu struktural-industrial," kata Mu'ti

Baca Juga : Mendikdasmen Ungkap Empat Jalur Penerimaan Siswa Baru Melalui SPMB 2025

Mu'ti turut menginginkan hubungan yang lebih akrab, profesional serta hubungan yang lebih kolegial di antara pegawai Kemendikdasmen.

Mu'ti juga menyampaikan keinginannya mengurangi formalitas dan hierarki yang berlebihan. Sehingga setiap pegawai Kemendikdasmen bisa berinteraksi langsung tanpa birokrasi yang berlapis-lapis.

"Orang menjadi pejabat itu come and go, tapi bersahabat tidak bisa dibatasi oleh waktu," kata dia.

Baca Juga : PPDB Resmi Diganti SPMB 2025, Pemerintah Ubah Sistem Penerimaan Siswa

Mu'ti menjelaskan tugas pertamanya sebagai Mendikdasmen adalah memenuhi janji politik Presiden Prabowo, terutama terkait pendidikan dan sumber daya manusia

"Tugas pertama kami adalah menunaikan janji-janji politik Pak Prabowo. Ini akan ditagih oleh rakyat Indonesia," kata dia.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar