PORTALMEDIA.ID, JAKARTA -- Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor menghilang sejak ditetapkan tersangka oleh KPK. Pria yang dikenal dengan sapaan Paman Birin merupakan salah satu dari tujuh tersangka kasus korupsi pengaturan proyek di Kalsel.
Dugaan korupsi yang menjerat Paman Birin ini terungkap lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di wilayah Kalimantan Selatan pada 6 Oktober 2024 lalu.
Dalam konferensi pers penahanan pada 8 Oktober 2024, Paman Birin justru tak ikut ditahan bersama enam tersangka lainnya. KPK gagal menangkapnya dalam OTT tersebut.
Baca Juga : KPK Siapkan Perluasan Desa Antikorupsi 2026 di 12 Provinsi, Sulsel Targetkan 21 Desa
Berselang empat hari sejak ditetapkan jadi tersangka, Paman Birin langsung melawan KPK dengan mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Dalam sidang gugatan praperadilan di PN Jakarta Selatan, Selasa (5/11) kemarin, terungkap bahwa Paman Birin hilang sejak menjadi tersangka.
Tim juru bicara KPK Budi Prasetyo mengungkap Paman Birin ini telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). Namun ia justru melarikan diri alih-alih kooperatif.
Baca Juga : Dua Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Pernah Diendorse Jokowi
"Meskipun KPK telah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi yang diduga merupakan tempat persembunyiannya, antara lain di kantor, rumah dinas, maupun rumah pribadinya," ujar Budi kepada wartawan, Rabu (6/11).
Budi mengungkapkan bahwa Paman Birin selaku Gubernur Kalsel juga tidak melakukan aktivitas sehari-hari di kantornya sebagaimana tugas dan tanggungjawabnya.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa SHB (Sahbirin) selaku Tersangka secara jelas telah melarikan diri atau kabur, yaitu sejak dilakukan serangkaian tindakan tangkap tangan oleh KPK pada tanggal 6 Oktober 2024," jelasnya.
Baca Juga : KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka dalam Konferensi Pers, Ikuti KUHAP Baru
Kini, melalui kuasa hukumnya, Paman Birin mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jakarta Selatan. KPK menegaskan bahwa Paman Birin tak punya hak untuk mengajukan itu, karena dia kabur.
Paman Birin ini merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengaturan proyek di Dinas PUPR yang berasal dari dana APBD Pemprov Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2024.
Ia diduga terlibat dengan menerima fee sebesar 5 persen dalam pengaturan proyek di Kalsel. Lembaga antirasuah menemukan bukti uang hingga Rp 12 miliar yang diduga untuk Sahbirin Noor dkk.
Baca Juga : DPR Apresiasi Langkah KPK Kembalikan Uang Rampasan Kasus Taspen
Berdasarkan situs LHKPN KPK, Sahbirin terakhir melaporkan kekayaannya pada 28 Februari 2024 untuk periodik 2023. Laporan itu disampaikannya sebagai Gubernur Kalimantan Selatan. Dalam laporan itu, harta kekayaan Sahbirin tercatat mencapai Rp 24,8 miliar. (bs)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News