PORTAL MEDIA.ID,BONE - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan(Sulsel) gencar dalam menjaga dan merawat ekosistem alam, termasuk ekosistem hutan bakau.
Seperti yang dilakukan di Kelurahan Pallette, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone sebanyak 38 ribu pohon mangrove telah ditanam oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel.
Dalam penanaman pohon bakau ini melibatkan Cabang Dinas Kelautan Bosowasi Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Sulsel, dan menggandeng nelayan dan pembudidayaan kecil yang terdampak pandemi Covid-19.
Baca Juga : DKP Sulsel Bangun 1.657 Unit Apartemen Ikan, Proyeksi Nilai Ekonomi capai Rp209 Miliar
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, M. Ilyas menyampaikan, bahwa kegiatan penanaman mangrove dilakukan dibeberapa titik pesisir di Sulsel.
"Selain di pesisir Kab Bone kami telah tanam di Kabupaten Takalar, Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Luwu Timur. Setiap lokasi ada 38 ribu pohon bakau yang kita tanam. Kedepan masih akan dilanjutkan penanaman di beberapa titik," ungkapnya, Selasa (5/7/2022).
Upaya ini, sebagai bentuk pelestarian lingkungan sekitar. Melalui penanaman mangrove ini, memiliki beberapa manfaat, diantaranya bertujuan untuk mencegah abrasi di laut, penyerapan karbondioksida, menjaga kualitas air dan udara, sebagai habitat perikanan, menyediakan sumber kayu bakar, memberikan dampak ekonomi yang luas dan menjadi sumber pendapatan bagi nelayan.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Tanam 142 Ribu Bibit Mangrove di Empat Kabupaten
Ditambahkan Kepala CDK Bosowasi, Herimisniaty mengatakan, "diharapkan penanaman mangrove ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar kita," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News