PORTALMEDIA.ID — Wakil Ketua MPR Eddy Dwiyanto Soeparno mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap program makan bergizi gratis guna memastikan pelaksanaan yang tepat sasaran.
Menurut Eddy, pengawasan efektif diperlukan agar tidak terjadi kebocoran anggaran yang bisa menghambat pencapaian tujuan program, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Eddy seusai berdiskusi dengan Indonesian Food Security Review (IFSR) di Ruang Rapat Pimpinan, Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2024).
Baca Juga : Tak Penuhi Standar Sanitasi, 1.256 Dapur Makan Bergizi Gratis di Indonesia Timur Resmi Disetop
“Hal yang sangat perlu ditekankan adalah mekanisme pengawasan. Kami ingin memastikan seluruh anggaran yang telah dialokasikan benar-benar tepat sasaran dan mencapai tujuan yang diinginkan,” ujar Eddy.
Ia juga menegaskan pentingnya deteksi dini terhadap potensi inefisiensi atau kebocoran anggaran. Menurut Eddy, langkah cepat untuk meluruskan dan menindak jika terjadi penyimpangan sangat diperlukan agar program berjalan sesuai harapan.
"Jika ada kebocoran, tentu harus segera diluruskan dan ditindak," tegasnya.
Baca Juga : Program Makan Bergizi Gratis Ikuti Jadwal Sekolah, BGN Fokus Efisiensi Anggaran
Program makan bergizi gratis, lanjut Eddy, merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas SDM, terutama bagi anak-anak Indonesia. Selain mendukung pendidikan, program ini juga dapat membantu menggerakkan ekonomi rakyat.
“MPR tidak ragu untuk mendukung penuh program ini agar dapat terlaksana dengan baik dan tepat sasaran,” jelasnya.
Eddy menambahkan bahwa program ini merupakan amanat konstitusi sesuai dengan UUD 1945 yang mewajibkan negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Baca Juga : Pemerintah Siapkan 27 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Mulai Beroperasi
Salah satu cara mewujudkannya adalah dengan menyediakan akses makanan bergizi berkualitas untuk anak-anak Indonesia, guna mendukung pendidikan yang lebih baik.
Pemerintah Prabowo-Gibran diketahui telah memulai beberapa proyek percontohan untuk program ini. MPR pun mengundang IFSR sebagai mitra resmi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membahas pelaksanaan dan evaluasi program ini secara mendalam.
“Diskusi ini adalah bagian dari upaya kami untuk memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan program makan bergizi gratis yang sedang berjalan,” pungkas Eddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News