PORTALMEDIA.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membentuk Brigade Swasembada Pangan demi mencapai target swasembada pangan pada 2028, sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.
Brigade ini akan fokus pada optimalisasi lahan (oplah) dan pencetakan sawah baru untuk meningkatkan produksi pangan nasional.
“Tim ini bekerja bersama TNI dan PU, fokus pada padi, cetak sawah, dan oplah,” ujar Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Senin (18/11/2024).
Baca Juga : NTP Cetak Rekor Tahun 2025, Tembus 125,35
Amran menjelaskan bahwa Kementan menggunakan dua pendekatan utama, yaitu:
1. Intensifikasi:
- Penambahan luas tanam melalui optimalisasi Indeks Pertanaman (IP) hingga 483.563 hektare.
- Optimalisasi lahan seluas 351.017 hektare pada 2024 dan 500 ribu hektare pada 2025.
- Program pompanisasi seluas 1 juta hektare didukung dengan sarana produksi seperti benih, pupuk, pestisida, dan alat pertanian.
2. Ekstensifikasi:
- Pencetakan sawah baru seluas 99.760 hektare di daerah layanan irigasi, 5.956 hektare di daerah pembangunan irigasi baru, serta 500 ribu hektare di lokasi potensial lainnya.
Baca Juga : Gubernur Aceh Mualem Temui Mentan Amran di Kediamannya
Kerja sama dengan TNI dan Kementerian PU diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman, seperti mengubah pola tanam satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.
“Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan produksi secara signifikan, terutama di sektor pangan seperti padi, demi percepatan swasembada,” jelas Amran.
Dengan target-target tersebut, pemerintah optimistis dapat menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan menjadikan Indonesia sebagai negara mandiri pangan pada 2028.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
