PORTALMEDIA.ID, PAREPARE - Puluhan massa yang tergabung dalam solidaritas Muslimah & pemuda parepare unjuk rasa berkumpul di depan Kantor Kapolres Parepare untuk menyuarakan dua tuntutan penting yang dinilai telah mencederai tatanan sosial dan merusak persatuan bangsa.
Aksi yang digelar pada Senin, 25 November ini menuntut penyelesaian terhadap kasus pelanggaran kampanye yang berbasis SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan) serta pelecehan verbal yang meresahkan masyarakat.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Khaer, dalam orasinya menegaskan bahwa kedua masalah tersebut harus segera diusut tuntas oleh pihak kepolisian.
Baca Juga : DPRD Parepare Jadwalkan Paripurna Pengumuman Walikota dan Wakil Walikota Terpilih 7 Februari
"Kami datang ke sini untuk meminta kepolisian menindak tegas pelanggaran kampanye yang mengandung unsur SARA dan segera menindaklanjuti kasus pelecehan verbal yang telah menciptakan keresahan di masyarakat," ujar Khaer.
Dalam tuntutannya, massa aksi mengkritik penggunaan isu SARA dalam kampanye politik.
Mereka menilai bahwa kampanye yang mengandung unsur SARA bukan hanya merusak integritas demokrasi, tetapi juga dapat menumbuhkan kebencian antar kelompok.
Baca Juga : Tasming Hamid Lepas Ratusan Peserta Jalan Sehat Color Run di Taman Mattirotasi
"Kampanye seharusnya berfokus pada program yang bermanfaat untuk masyarakat, bukan memanfaatkan isu-isu sensitif yang dapat merusak persatuan bangsa," lanjut Khaer.
Para demonstran juga menuntut agar pihak berwenang segera mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap individu atau kelompok yang terlibat dalam praktik kampanye yang berbasis SARA. Menurut mereka, hal ini penting untuk menjaga keberagaman dan mencegah potensi konflik sosial yang bisa timbul.
Selain itu, massa aksi juga menyoroti maraknya pelecehan verbal yang terjadi di masyarakat. Mereka menyebutkan bahwa hinaan atau kata-kata merendahkan yang sering dianggap remeh ternyata dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi korban.
Baca Juga : Polres Parepare Sukses Amankan Proses Pemungutan Suara Pilkada 2024
"Pelecehan verbal bukan hal yang sepele. Ini dapat merusak mental dan kepercayaan diri korban, serta menciptakan iklim sosial yang tidak sehat," kata Khaer.
Demonstran menuntut agar pelecehan verbal dihentikan dan diberikan sanksi yang jelas. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk lebih sadar dan bijak dalam berkomunikasi serta menghormati satu sama lain.
Sementara perwakilan Kepolisian Polres Parepare yang menerima pernyataan dari perwakilan massa aks berjanji akan memproses laporan-laporan yang ada sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News