PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Sebanyak 333 petugas Pilkada di Sulawesi Selatan (Sulsel) dilaporkan mengalami gangguan kesehatan selama proses pemungutan suara.
Meski angka ini cukup besar, jumlahnya jauh lebih rendah dibanding Pemilu 2024 sebelumnya, yang mencatat 3.184 kasus kesehatan dan enam korban jiwa.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sulsel, Ardadi, menyebut salah satu penyebab penurunan ini adalah durasi penghitungan suara yang lebih singkat.
Baca Juga : DPR Fokus Tindak Lanjut Putusan MK, Revisi UU Pilkada Ditunda
"Proses Pilkada lebih sederhana dibanding Pemilu Februari lalu, sehingga beban kerja petugas tidak seberat sebelumnya," ujar Ardadi, Minggu (8/12/2024).
Penurunan juga didukung oleh langkah antisipatif berupa seleksi petugas yang lebih memperhatikan kesehatan fisik.
"Kesadaran menjaga kesehatan meningkat, dan petugas lebih siap secara fisik," tambahnya.
Baca Juga : Wacana Pilkada Dipilih DPRD, DPD RI Masih Lakukan Kajian
Dari total kasus yang dilaporkan hingga 4 Desember, keluhan paling umum adalah sakit kepala akibat kelelahan dan kurang tidur. Sebagian besar kasus (330) ditangani di Puskesmas, sementara tiga lainnya memerlukan perawatan rumah sakit.
Ardadi memastikan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa terkait Pilkada. "Alhamdulillah, tak ada kematian. Kami terus berupaya menjaga kondisi ini hingga seluruh tahapan Pilkada selesai," katanya.
Sebaran gangguan kesehatan melibatkan berbagai pihak, termasuk 76 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), 37 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS), 15 petugas Bawaslu, 14 anggota Linmas, 27 saksi, dan 3 petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Selain itu, 138 pemilih juga dilaporkan mengalami keluhan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News