0%
Minggu, 01 Februari 2026 21:29

Kawasan Magrove Tekolabbua Resmi Jadi Konservasi, Sinergi KALLA dan Pemkab Pangkep Perkuat Ekosistem

Editor : Kimel
Aktivitas penanaman mangrove melalui aksi Aksi Mangrove Lestari yang diinisiasi oleh KALLA sejak 2022 di Kelurahan Tekolabbua, Kabupaten Pangkep.
Aktivitas penanaman mangrove melalui aksi Aksi Mangrove Lestari yang diinisiasi oleh KALLA sejak 2022 di Kelurahan Tekolabbua, Kabupaten Pangkep.

Penetapan ini mencakup total lahan seluas 107 hektare, yang terdiri dariĀ  83 hektare lokasi pencadangan dan 24 hektare lokasi penanaman mangrove.

PORTALMEDIA.ID, PANGKEP – Program Corporate Social Responsibility (CSR) KALLA, Aksi Mangrove Lestari, memasuki babak baru.

Kawasan pesisir di Kelurahan Tekolabbua kini resmi ditetapkan sebagai kawasan konservasi mangrove melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Pangkep Nomor 1059 Tahun 2025 yang diserahkan secara resmi kepada pihak KALLA, Januari 2026.

Penetapan ini mencakup total lahan seluas 107 hektare, yang terdiri dari  83 hektare lokasi pencadangan dan 24 hektare lokasi penanaman mangrove.

Pengelola kawasan dipercayakan kepada Kelompok Tani Nelayan Sejahtera melalui pendampingan dan dukungan dari KALLA.

Corporate Communication & Sustainability Department Head KALLA, Nadya Tyagita, mengungkapkan, Aksi Mangrove Lestari telah berjalan selama 5 tahun atau sejak tahun 2022.

Program ini bukan sekadar aksi menanam mangrove saja, KALLA juga telah membangun pusat edukasi dan pembibitan mangrove untuk kelompok nelayan yang dapat menghasilkan 100.000 bibit mangrove setiap tahunnya.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Bupati Pangkep atas terbitnya SK Penetapan Kawasan Konservasi Mangrove Pesisir Pangkajene. Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi program Aksi Mangrove Lestari KALLA dengan visi Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam menjaga lingkungan dan ekosistem pesisir secara berkelanjutan,” tuturnya.

Aksi Mangrove Lestari ini pun telah banyak membantu masyarakat di Kelurahan Tekolabbua dan sekitarnya yang memiliki mata pencarian di wilayah pesisir pantai. Mereka tak lagi harus ke tempat yang lebih jauh untuk melaut demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Hadirnya kawasan konservasi mangrove di Pangkep ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Mulai dari penopang ekonomi, ruang belajar, hingga wilayah konservasi. Seluruh elemen tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan perlu dijaga bersama," imbuh Nadya.

Saat menerima dokumen SK Bupati Pangkep, tim CSR KALLA berbincang langsung bersama Kepala Bidang Sumber Daya Laut dan Perikanan Dinas Perikanan Pangkep, Mursalim.

Ia mengungkapkan, hasil pertemuan tersebut juga akan menjadi menjadi bahan acuan dalam merancang strategi Aksi Mangrove Lestari tahun 2026 agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan bagi wilayah pesisir Pangkep.
 
“Kami dari Dinas Perikanan sangat mengapresiasi dan sangat berterima kasih terhadap kepedulian dari perusahaan KALLA ini terhadap Pangkep untuk mencari lokasi pelestarian mangrove ini,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan konservasi mangrove ini juga sangat bermanfaat untuk tempat penelitian nantinya. Untuk itu, selain kesejahteraan masyarakat, Aksi Mangrove Lestari juga akan membawa manfaat dari sisi pendidikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar