PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Kasus Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada ternak kembali merebak di Indonesia, termasuk di dua kabupaten di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Takalar dan Kabupaten Gowa.

Dinas Peternakan Sulawesi Selatan melaporkan bahwa tiga ekor sapi milik warga di Takalar telah mati akibat terinfeksi PMK.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Sulsel, Sariyanti Haruni, mengungkapkan bahwa hingga Rabu (15/01/2025), tercatat sebanyak 338 ekor sapi terinfeksi PMK.
Baca Juga : Wabah PMK di Gowa Meluas, 2.784 Ternak Terinfeksi
"Populasi sapi terinfeksi terbanyak terjadi di Kabupaten Gowa, dengan jumlah mencapai 145 ekor," jelas Sariyanti.
Meski demikian, Sariyanti memastikan bahwa semua sapi yang terinfeksi PMK sudah diisolasi untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Selain itu, sapi-sapi yang belum terinfeksi telah mendapatkan vaksinasi untuk menjaga agar penyakit tidak menyebar ke ternak lainnya.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Intensifkan Vaksinasi PMK untuk Kendalikan Penyebaran di 7 Kabupaten
Hingga 12 Januari 2025, PMK juga telah menyebar di enam provinsi lainnya, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Aceh.
Total populasi sapi yang terinfeksi di enam provinsi tersebut mencapai 16.475 ekor, dengan 377 ekor di antaranya dilaporkan mati.
Dinas Peternakan Sulsel terus memantau perkembangan penyakit ini dan mengimbau kepada peternak untuk lebih berhati-hati serta segera melapor jika terdapat ternak yang menunjukkan gejala PMK.
Baca Juga : Vaksinasi Masih Rendah, 14 Ribu Ekor Ternak di Sulsel Terjangkit Virus PMK
Upaya pencegahan dengan vaksinasi dan isolasi ternak yang terinfeksi diharapkan dapat mengurangi dampak dari penyebaran penyakit ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
