0%
Jumat, 17 Januari 2025 18:28

Zulkifli Hasan Tekankan Pentingnya Penyesuaian Menu Makanan Anak Berdasarkan Kebiasaan Daerah

Editor : Alif
Zulkifli Hasan Tekankan Pentingnya Penyesuaian Menu Makanan Anak Berdasarkan Kebiasaan Daerah
ist

Zulhas juga menanggapi distribusi susu ke sekolah-sekolah, menyatakan bahwa meskipun susu bukan komponen wajib dalam menu makanan anak, asupan gizi lainnya tetap harus diperhatikan dengan seimbang.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menekankan pentingnya penyesuaian menu makanan anak-anak di berbagai daerah agar dapat memenuhi kebutuhan gizi mereka dengan memperhatikan kebiasaan konsumsi yang berbeda di tiap wilayah.

Dalam kunjungannya ke Paud Terpadu Asoka, Makassar, pada Selasa (14/1/2025), Zulhas mengungkapkan bahwa pola makan masyarakat Indonesia sangat bervariasi, dan hal ini harus diperhatikan untuk memastikan bahwa kebutuhan gizi anak-anak dapat terpenuhi dengan tepat.

"Alhamdulillah bagus, memang tiap daerah beda-beda. Di Makassar, anak-anak lebih suka ikan, sementara di Jawa lebih banyak yang memilih ayam. Ada juga yang lebih suka telur atau tempe orak-arik. Hal ini harus diperhatikan karena kebiasaan makan tiap daerah berbeda," ujar Zulhas.

Baca Juga : Turun ke Jalan, BEM UI Suarakan 5 Tuntutan Mulai dari Turunkan Harga BBM hingga Setop MBG

Ia menjelaskan bahwa meskipun selera anak-anak sangat bervariasi, standar gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang mereka harus tetap dipenuhi.

Zulhas memberikan contoh, di mana anak-anak sering kali lebih suka makanan yang tidak mencukupi kebutuhan gizi mereka.

Misalnya, banyak anak yang lebih memilih mie di pagi hari, meskipun makanan tersebut tidak mencakup semua komponen gizi yang dibutuhkan.

Baca Juga : Indonesia "Bikin Geleng Kepala" Sepekan: Skandal Miliaran di Meja Makan, hingga Drama Mati Lampu Sang Mantan Menteri

"Misalnya, pagi-pagi anak-anak di rumah lebih suka makan mie. Tapi, kalau dilihat dari standar gizi, makanan itu harus ada protein, karbohidrat, sayur, buah, dan sumber nutrisi lainnya. Kalau kebutuhan proteinnya tidak terpenuhi, dampaknya bisa terlihat dalam 5-10 tahun ke depan, seperti pertumbuhan dan kecerdasan yang tidak optimal," jelas Zulhas.

Zulhas juga menanggapi distribusi susu ke sekolah-sekolah, menyatakan bahwa meskipun susu bukan komponen wajib dalam menu makanan anak, asupan gizi lainnya tetap harus diperhatikan dengan seimbang.

"Memang susu tidak wajib. Tapi kebutuhan gizi minimal harus dipenuhi. Mulai dari protein, karbohidrat, sayur, hingga buah-buahan, semuanya penting untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat," tambahnya.

Baca Juga : Sah! Nanik S Deyang Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional dalam Satu Paket Restrukturisasi Kilat Istana

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas berharap agar pemerintah, sekolah, dan orang tua dapat bekerja sama untuk menciptakan pola makan yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan serta selera anak-anak di berbagai daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar

Populer