0%
Selasa, 28 Januari 2025 05:44

Kemenag Sulsel dan Balai Litbang Agama Makassar Luncurkan Program Sekolah Moderasi Beragama

Editor : Agung
 Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kepala Balai Litbang Agama Makassar, H. Saprillah, sebagai bentuk sinergi kedua lembaga, di Aula lantai II Kanwil Kemenag Sulsel, Senin 27 Januari 2025.
Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kepala Balai Litbang Agama Makassar, H. Saprillah, sebagai bentuk sinergi kedua lembaga, di Aula lantai II Kanwil Kemenag Sulsel, Senin 27 Januari 2025.

Program Sekolah Penguatan Moderasi Beragama merupakan salah satu komitmen nyata Kemenag Sulsel dalam membangun kerukunan yang berkelanjutan.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Sebagai langkah strategis memperkuat toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Agama Makassar meluncurkan Program Sekolah Penguatan Moderasi Beragama.

Dalam kegiatan ini, Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kepala Balai Litbang Agama Makassar, H. Saprillah, sebagai bentuk sinergi kedua lembaga, di Aula lantai II Kanwil Kemenag Sulsel, Senin 27 Januari 2025.

“Kami ingin program ini menjadi pijakan awal untuk mencetak agen-agen perubahan yang dapat menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama di masyarakat,” ujar H. Ali Yafid.

Baca Juga : Munafri Resmikan Kelenteng Ji Li Gong, Tekankan Toleransi dan Pembinaan Generasi Muda

Program Sekolah Penguatan Moderasi Beragama, kata AlinYafid, merupakan salah satu komitmen nyata Kemenag Sulsel dalam membangun kerukunan yang berkelanjutan.

Kepala Balai Litbang Agama Makassar, H. Saprillah, menyambut baik kolaborasi ini. “Penandatanganan MoU ini menandai langkah serius untuk melibatkan Balai Litbang sebagai mitra strategis dalam menciptakan solusi dan pemikiran strategis bagi program-program Kementerian Agama Sulsel,” jelasnya.

Program ini dirancang berlangsung selama sembilan bulan dengan dua fase yaitu, Pelatihan klasikal (Januari-Februari 2025) yang mana Peserta akan mengikuti pelatihan intensif dengan narasumber ahli. Serta Proyek kerja komunitas (Maret-September 2025) dimana Peserta menerapkan pembelajaran melalui proyek berbasis komunitas yang bertujuan memberi dampak langsung di lingkungan mereka.

Baca Juga : Kloter Pertama Jemaah Haji Makassar Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sebanyak 60 peserta terpilih melalui seleksi open recruitment. Mereka berasal dari generasi muda berusia 18-35 tahun yang diharapkan menjadi pelopor moderasi beragama di masyarakat.

Kegiatan ini diawali laporan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H. Aminuddin, menekankan pentingnya program ini untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan generasi muda dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama.

“Kami optimis program ini akan membawa dampak besar, tidak hanya untuk peserta, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Baca Juga : Kemenag Ancam Cabut Izin Travel Nakal Buntut Jemaah Haji Ilegal

Dengan adanya penandatanganan MoU ini, diharapkan kerja sama antara Kanwil Kemenag Sulsel dan Balai Litbang Agama Makassar semakin memperkuat langkah strategis dalam membangun kerukunan. “Program ini menunjukkan keseriusan Kemenag Sulsel dalam menjaga harmoni dan toleransi di tengah masyarakat,” tutup H. Ali Yafid. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar