PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Di atas laut Makassar seluas 23 hektare terbit sertifikat hak guna bangunan (SGHB), namun hingga saat ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) enggan mengungkapkan pemiliknya.
Menanggapi isu tersebut, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mendesak BPN untuk transparan dan mengungkap semua nama yang terlibat dalam kasus sertifikasi lahan laut ini.
"Kalau ada nama saya di situ, ungkap saja! Saya tidak takut," tegas Danny Pomanto saat dimintai tanggapannya oleh sejumlah jurnalis, Kamis (30/01).
Baca Juga : Munafri Arifuddin: Rakernas APEKSI Jadi Forum Strategis Perkuat Kolaborasi dan Pelayanan Publik
Danny menekankan bahwa setiap tindakan terkait lahan laut harus dilakukan dengan izin yang sah. Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan lahan laut di wilayah Kota Makassar.
"Laut itu tidak boleh ditimbun tanpa izin. Ada prosesnya, tidak sembarangan," tambahnya.
Danny juga mengungkapkan keheranannya terhadap praktik sertifikasi yang mencakup lahan air, yang berpotensi penyalahgunaan dalam pengelolaan lahan laut.
Baca Juga : Terima Kepala BKKBN Sulsel, Munafri Arifuddin Minta Penanganan Stunting Berkelanjutan
"Ada yang sertifikatkan air. Gampang kita lihat, nanti saya tunjukkanki, nanti dikira lagi politik" ujarnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
